Light the World!

Cerahkan Dunia. Mari Saling Berbagi

Baru Launching GRESS Langsung Dapat Order

Alhamdulillah, setelah memutuskan resign dari tempat kerja saya mulai bisa fokus menjalankan bisnis. Jika selama ini terbentur oleh rutinitas dan jadwal kerja, sekarang saya punya kebebasan waktu.

Bebas waktu, bebas finansial? Yang pertama sudah, dan yang kedua InsyaAllah semoga tercapai. Karena dengan dunia bebas sekarang ini InsyaAllah terbuka peluang menjemput rezeki Allah SWT.

Setelah menjalankan bisnis dengan menjual baju renang muslimah dengan merek bourgoutti, sekarang saya me-launching baju renang baru dengan merek GRESS. Buat webstore dengan WordPress, utak-atik lalu publish ke umum dengan mengirim ke milis TDA dan Hanya Wanita pada Senin, 05 Mei 2008.

Alhamdulillah, baru saja dilaunching, masuk sms yang menanyakan produk kami. Dan Alhamdulillah lagi, setelah itu langsung masuk order memesan baju renang GRESS. Chating dengan calon pelanggan, masuk uang ke rekening saya untuk memesan baju ini. InsyaAllah ini order pertama pembuka pintu rezeki yang lebih banyak lagi.

Semoga rezekiku semakin bertambah dan semakin banyak lagi syukur yang akan disampaikan.

Filed under: Bisnis, Menuju Full TDA, Perjalanan Hidup, Syukur, Teknologi , ,

Konsep Perancangan Sistem Informasi

proyekSeringkali saya temukan, rendahnya—atau kurang maksimalnya para developer dalam melakukan langkah-langkah dalam perancangan sistem. Dalam metodologi pembangunan atau pengembangan sistem, langkah-langkah yang dilakukan berupa identifikasi kebutuhan, analisa, pembuatan model rancangan sampai pembangunan sistem aplikasi dan seterusnya. Semua langkah-langkah pekerjaan ini haruslah didokumentasikan dengan baik dan benar.

Para developer terjebak pada batasan waktu, sehingga meremehkan langkah-langkah awal dan fokus pada pembangunan sistem aplikasi. Yang penting proyek segera selesai!

Pada pembangunan atau pengembangan sistem aplikasi, sering saya temukan program aplikasi yang dibuat tidak dibangun atas desain atau arsitektur yang matang. Seperti membuat bangunan, seringkali kita lebih menghargai para tukang dan memfokuskan pada pekerjaan yang dilakukannya. Pokoknya, bagaimana semen segera diaduk, batu dan bata terpasang secepatnya. Pasang sana-pasang sini. Programer merangkap sebagai perancang-bangun sistem aplikasi. Sehigga yang berlaku adalah improvisasi kerja. Contoh nyata, adalah ditemukannya duplikasi data, aplikasi yang tumpang-tindih dan tidak adanya pemisahan antara antarmuka, business process, dan hubungan ke database (layering). Ibarat rumah, hasil akhir pekerjaan adalah bercampur-baurnya ruang tamu, kamar tidur, dan dapur pada satu tempat. Ibarat bisnis, tidak ada bagian khusus etalase atau front office, ruang bisnis, ruang meeting, dan ruang penyimpanan atau gudang.

Dalam pembangunan sistem yang ideal, pekerjaan yang dilakukan haruslah berdasarkan hasil analisa yang mendalam dan merancang sistem yang baik. Memang langkah-langkah awal ini memakan waktu yang lama, tapi meremehkan hal ini akan menyebabkan hal yang fatal di belakang hari. Kita akan sulit melakukan pengembangan sistem, penelurusan masalah apabila ditemukan hal-hal yang tidak diinginkan nantinya. Seandainya perancangan sistem dilakukan dengan baik dan didokumentasikan, maka ketika akan melakukan pengembangan sistem, kita tinggal membuka blue print, model rancang sistem, membuka dokumentasi, lalu tentukan apa yang akan dilakukan.

Dalam pembagian kerja, hal yang ideal ini mungkin akan memakan resource yang berlebih. Tentu akan ada yang akan bertindak sebagai analis, system designer (arsitek), programmer, implementator, dan sebagainya. Tapi jika menyediakan modal hanya untuk programmer saja dengan alasan efisiensi dan sebagainya, maka biaya mahal akan dikeluarkan di kemudian hari jika klien kita ingin mengembangkan sistem aplikasi yang dibuat. Barangkali bisa masa bodoh, toh pekerjaan selesai dan nanti itu tugasnya konsultan lain di belakang hari. Terserah pekerjaan mau diselesaikan atau tidak. Tapi, kalau seandainya track record kita bagus dan klien mempercayakan kita untuk mengembangkan pekerjaan yang dibuat, maka alangkah repot dan rumitnya seandainya hal ini akan dilakukan. Ya, kalau programer yang mengerjakannya masih ada, tapi kalau sudah pindah kerja atau keluar maka kasihan orang yang mendapatkan tugas untuk mengembangkan pekerjaan. Dia mesti menelusuri masalah, mendapatkan gambaran sistem dan sebagainya.

Jadi kesimpulannya? Serahkan pekerjaan pada ahlinya. Hehe.he..he.. ‘Nggak nyambung ya? ;)


Filed under: Knowledge, Teknologi , ,

Knowledge untuk Semua

ksl1

Beberapa waktu lalu (7-9/12/2007) saya diundang oleh yunior saya dari Universitas Budi Luhur. Mereka adalah dari Kelompok Studi Linux – Budi Luhur (KSL-BL). Bertempat di daerah Puncak, Bogor Jawa Barat mereka mengadakan pelatihan: Latihan Dasar Penguin (LDP). Sebuah ajang penggodokan buat calon anggota baru KSL-BL. Saya diminta mengisi materi tentang Kepemimpinan.

Saya dekat dan punya concern, komitmen dengan teman-teman dari KSL ini. Secara langsung dan tidak langsung, saya ikut dalam membidani kelahiran kelompok ini. Semasa saya menjadi Presiden Mahasiswa di STMIK Budi Luhur, saya dan teman-teman—iantaranya Iyo—punya kepedulian kepada knowledge sharing. Kami menyadari, bahwa knowledge tidaklah boleh dimonopoli oleh seseorang atau kelompok. Ia harus dibagi dan bersifat bebas (freedom). Kami tidak menyukai kemapanan.

Dari diskusi-diskusi seru kami di kampus, kemudian Iyo, Buyung (anggota saya di Badan Eksekutif Mahasiswa), dan beberapa teman lain mulai menyusun konsep dan membentuk komunitas saling berbagi, dinamakan Kelompok Studi Linux – Budi Luhur (KSL-BL). Akhirnya lahirlah organisasi ini.

ldp1Sampai beberapa periode, saya masih in touch dengan mereka. ‘gimana nggak in touch? Lha, base camp mereka saja bersebelahan dengan kontrakan saya. Saya semasa kuliah memang suka berkomunitas dan berkumpul. Saya berkumpul dengan yunior-yunior saya yang mengatasnamakan ABT (Anak Bawah Tangga). Kami mengontrak rumah di samping kampus. Kontrakan kami ini terdiri dari 3 petak. Petak yang kedua, diisi oleh Andy dan Fandy, yunior saya juga di UBL. Petak yang ketiga diisi oleh teman-teman KSL. Jadilah 3 rumah petak ini seperti kampung kecil kami. Hidup berjalan 24 jam. Selalu ramai.

ldp2Dari kontrakan inilah kami menempa ide-ide dan kaderisasi. Ada Rebek yang membantu ideologisasi yunior-yunior ini. Senior-senior yang lain bergantian dating menempa adik-adik ini. Jadilah orang-orang ini sebagai manusia-manusia yang sangat radikal dalam memahami ide yang mereka usung.

Kami anti kemapanan. Dalam arti kemapanan yang menindas dan anti sosial. Knowledge adalah anugerah Tuhan, tak seorang pun boleh memonopolinya. Knowledge harus bersifat bebas, dan harus dibagi. Untuk konteks KSL-BL, kekhususan yang diusung adalah yang berhubungan dengan IT (Information Technology) dan IS (Information System) karena latar belakang mereka adalah mahasiswa IT.

Prinsip yang mereka usung adalah free software . “Free” yang berarti freedom, bukan free yang bukan diartikan sempit “gratis”. 3 prinsip freedom yang diusung adalah:

1. Bebas untuk menggunakan

2. Bebas untuk dikembangkan

3. Bebas untuk disebarluaskan

 

ldp3 ldp5 ldp6

iyoKeterangan Foto:

Atas: Penggemblengan dan pengujian materi

Samping: Indrio “Iyo”, dedengkotnya KSL-BL. Bawa keluarga. Kasian tuh anaknya harus nemenin ayahnya begadang sampe malam.

Saya dan Iyo sempat juga berjuang sebentar dalam idealisme organisasi Knowledge Sharing Group (KSG-BL). KSG-BL malah sempat mengundang Richard Stallman, Founder of GNU Project and Free Software Foundation datang ke Indonesia. Sampai akhirnya organisasi ini hilang begitu saja setelah dikelola oleh kampus.

Filed under: Life, Organisasi/Komunitas, Teknologi

Pake Linux Asik Juga Loh…

linux Pake Linux serem….? Pake Linux gak asik…? Gak juga tuh…Hari ini komputerku dipartisi jadi 2 OS (operating system). Setelah sekian lama fasih berselancar di dunia Windows, siang ini mencoba “dunia lain” berlayar di dunia Linux. Untuk pemula, OpenSuse 10.2 enak juga digunakan. Tampilan layar mirip Windows. Saya pikir, cukup beberapa putaran dan utak-atik gak lama lagi saya akan lancar maen pake Linux.
Kenapa gak dari dulu aja saya pake Linux…?Sebenarnya dari lama sudah ada keinginan hendak mencoba Linux. Apalagi teman-teman saya banyak aktivis Linux. Tapi pekerjaan yang mengejar terus membuat belum sempat juga mencicipinya. Ternyata Linux yang sekarang sudah asik juga dipake. Gak seperti zaman-zaman awal yang harus banyak main di wilayah console. Mungkin menyeramkan bagi sebagian orang melihat pengguna Linux mengetikkan baris-baris perintah dalam bahasa Planet, yang hanya dimengerti oleh mesin dan yang mengetikkannya. Tapi sekarang menggunakan Linux gak jauh beda dengan Windows, main klak-klik aja bisa juga tuh.

Selama ini sudah ditanamkan dogma di kepala orang, bahwa pake Linux itu susah. Pake Linux itu gak asik. Pake Linux itu…… pokoknya berbagai macam doktrin ketakutanlah yang ditanam ke kepala setiap orang. Ternyata gak juga tuh… Mau browsing internet, Firefox ada (malah lebih asik daripada pake IE). ‘Ngetik tulisan ini aja saya pake OpenOffice di Linux. Tak kalah dari Word (Windows Office).

Persoalannya hanyalah, selama ini kita terlalu enak di zona aman. Terlalu manja di wilayah menyenangkan. Gamang atau takut untuk mencoba hal-hal baru. Padahal bisa jadi wilayah aman itu memanjakan dan membuat kita tidak maju-maju dan kritis.

Tapi yang jelas, pake Linux ternyata benar-benar aman dan nyaman. Gak perlu lagi kuatir dibilang pembajak, wong gratis kok pake Linux. Terlepas dari gratis atau tidak, saya sepakat dengan semangat Linux. Bahwa knowledge itu mesti di-­share. Pengetahuan tidaklah boleh dimonopoli oleh seseorang atau sekelompok orang. Atas nama pengetahunan pula kita mesti berbagi dan membuat orang/pihak lain menjadi maju. Atas nama pengetahuan kita tidak boleh menjadikan orang sebagai budak. Pengetahuan akan semakin berkembang ketika disebarkan. Pengetahuan janganlah dimonopoli. Karena jika kita mengkotakkan pengetahuan, maka sama saja melawan sunnatullah, karena pengetahuan itu adalah energi—akan bergerak dan berkembang terus. Pengetahuan tidaklah boleh dikungkung. Karena sejatinya pengetahuan itu adalah untuk kemajuan dunia.

Itulah semangat open source. Anda bebas mengkopi, menyebarluaskan, mengutak-atik program, dan dari hasil utak-atik itu bila tercipta pula pengetahuan baru silahkan disebarkan dengan syarat tidak boleh dimonopoli. Beda dengan semangat proprietary software. Anda tidak akan bisa seenaknya menggunakan, tidak bisa pula seenaknya menyebarkan, tidak bisa pula seenaknya mengutak-atik program (bukan persoalan tidak boleh saja, tapi program itu sendiri ternyata tidak ada akses untuk membukanya. Kita tidak bisa membongkar program seperti membongkar mesin motor. Karena program itu seperti kotak besi padat yang tidak bisa diurai. Beda dengan opensource yang bisa dipretelin sesukanya….)

Wah, kok saya jadi idealis sekali…. He.he. jadi ingat masa lalu, ketika masih aktivis mahasiswa dan aktivis Knowledge Sharing Group.

Filed under: Teknologi

KEMANDIRIAN INDONESIA DALAM TEKNOLOGI INFORMASI

Teknologi berkembang pesat dan merubah banyak hal pada dunia. Peradaban baru muncul, manusia dan dunia berkembang. Perkembangan dan kemajuan dunia mau tidak mau harus pula kita mengikutinya. Jika tidak, maka akan tertinggal dan barangkali akan tersingkir dalam kemajuan dan persaingan dunia. Dengan dukungan teknologi, pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan manual, banyak memakan biaya dan sumber daya menjadi semakin mudah, efektif dan lebih efisien. Yang lebih jelas, pekerjaan semakin lebih cepat dengan hasil yang lebih maksimal. Khusus perkembangan komputer atau teknologi informasi terasa begitu cepat majunya jika dihitung dalam bilangan tahun. Setiap tahun, malahan hampir tiap bulan muncul produk-produk perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Berbagai perusahaan TI berlomba menyatakan bahwa produk mereka adalah yang terbaik. Tentu saja perlombaan ini membuat masyarakat dunia bisa memilih dan menentukan mana yang terbaik buat mereka gunakan. Tapi sayang, tak banyak yang menguasai pasar. Hanya perusahaan-perusahaan besar saja yang leading dalam menguasai pasar dunia. Dan monopoli adalah hal yang menjadi wajar dalam persaingan seperti ini. Read the rest of this entry »

Filed under: Teknologi

Light The World!

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pangulu_Kayo Selamat datang di blog pribadi saya. Panggil saja saya Syam. Hanyalah manusia biasa yang ingin menjadi LUAR BIASA. Semua orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Mari saling berbagi.
Lebih lengkap Tentang Saya
Wassalam,
Helsusandra Syam (hensyam2000@yahoo.com)