Light the World!

Cerahkan Dunia. Mari Saling Berbagi

Strategi Online

Penjualan melalui internet (online) saat ini tengah menjadi trend buat para pelaku bisnis. Baik perusahaan atau pelaku bisnis mencoba memasuki pasar melalui internet ini. Baik pelaku yang mempunyai toko riil—dalam arti punya toko offline dengan berupa tempat nyata ataupun yang hanya mengandalkan semata pada toko maya (online) dalam arti tidak punya toko nyata.

Tapi ada hal yang menjadi persoalan pada hampir semua pemain online. Berdasarkan sebuah survey, dari sekian banyak orang yang berkunjung ke suatu website, 70% pergi begitu saja, 30% yang tertarik, dan paling hanya 2,5% saja yang melakukan transaksi. Itu pun sudah bagus, kalau tidak hanya 1% saja atau tidak melakukan transaksi sama sekali.

Bicara marketing online, tidak semata hanya olah SEO (search engine optimize) saja, supaya website kita ramai oleh pengunjung. Apa artinya, kalau pun website kita ada pada halaman satu Google, tapi tak ada yang melakukan transaksi atau tidak terjadi deal yang diinginkan?

Apa yang salah?

Padahal website/webstore sudah dibuat canggih sekali. Menggunakan engine atau software khusus serta menggunakan shopping cart pula. Padahal, ada yang hanya menggunakan blog saja tapi transaksinya luar biasa. Tampilan dan content biasa-biasa saja, tapi mengalahkan transaksi webstore yang dibuat dengan konsep e-commerce.

Ternyata ada ilmunya saudara-saudara. Perlu strategi dan taktik rupanya.

Saya mendapatkan tambahan ilmu ini saat mengikuti TDA Forum yang diadakan di Hotel Sofyan, Jumat malam 15 Agustus yang lalu. Disampaikan oleh pakar internet marketing nomor satu Indonesia, Nukman Luthfie. Beliau menyampaikan strategi bagaimana melakukan penjualan melalui internet (internet marketing). Bersyukur saya bisa pada forum penuh ilmu ini, sekaligus pada saat yang sama juga diluncurkan (soft launching) portal TDA yang akan menjadi rujukan bisnis dan kewirausahaan di Indonesia.

Iim Rusyamsi: Kata Sambutan dari Presiden TDA

Soft Launching Web Portal Tangan Di Atas

Pak Nukman, Menyampaikan Materi dengan Gaya Menawan

Mas Riyeke Ustadiyanto: Pakar SEO Indonesia yang datang dari Bali

Strategi penjualan melalui internet (online) pada dasarnya sama dengan strategi yang dilakukan untuk membuka toko biasa (offline). Bagaimana membuat konsep dan penjabaran/implementasi penjualan. Ada hal-hal mendasar yang harus diperhatikan.

Diantara yang menjadi catatan saya adalah, pertama: Pahami target yang menjadi pembeli.

Kita tidak bisa membuat online store hanya berdasarkan selera kita sebagai pemilik saja. O, ini yang bagus, ini yang tidak. Tidak bisa, kita harus bisa memahami selera pasar kita. Apa kira-kira yang akan membuat pengunjung akan tertarik? Kita juga harus memahami, diantara sekian banyak pengunjung itu terdiri dari berbagai tingkatan kategori; ada yang awam, paham, dan butuh. Dari ketiga kategori pengunjung ini kita bisa membuat tampilan website yang membantu mereka. Kita tidak bisa menyama-ratakan mereka, apalagi memahami mereka dengan selera kita.

Kedua: Apa produk yang dijual?

Seharusnya kita bisa mengklasifikasi produk yang dijual, dan ditujukan untuk siapa? Hendaknya produk yang dijual masih dalam satu klasifikasi dan memang yang dicari oleh pengunjung. Tidak bagus dalam satu webstore disitu ada dijual apa saja. Ada baju, ada makanan, mainan dan sebagainya. Hendaknya fokus, apakah pakaian muslim, distro kaos anak muda, mainan, atau apa saja yang penting jelas apa dan target pasarnya apa.

Banyak lagi yang disampaikan oleh Pak Nukman. Penjabaran dari strategi dan sedikit taktik bagaimana website yang dibuat menarik dan digemari oleh pengunjung. Tapi tidak semua ilmu yang disampaikan dalam forum tersebut bisa saya jabarkan disini. Apalagi ada trik-trik dan rahasia yang hanya disampaikan khusus untuk peserta forum saja.

Menurut saya, sajian Forum TDA kemarin adalah daging semua. Kalau pun ada tulang sedikit, tetap renyah kok untuk dilahap :)

Jadi, ya menyesallah anda yang tidak bisa datang kemarin. Semoga di lain waktu ada kesempatan lagi untuk menikmati sajian dari Pak Nukman.

Filed under: Bisnis, tangandiatas

Merangkai Kenangan Manis Milad TDA yang Ke-2

Milad TDA ke-2 selesai dilaksanakan. Kemeriahan acara dan spirit yang dikandungnya cukup menjadi bekal ketika pulang dari acara. Kenangan indah terekam dalam foto-foto. Walau kamera digital sederhana yang dibawa tak maksimal merekam momen-momen berharga, semoga bisa menyampaikan cerita bagi teman-teman yang berhalangan hadir, dan pengingat saat-saat indah bagi yang beruntung hadir kemarin.

Berikut gambar-gambar yang terekam. Resolusi 1,3 Megapixel dari kamera yang saya bawa hanya bisa menghadirkan gambar-gambar sederhana saja.

h_alay
H. Alay, Sesepuh TDA menyampaikan kata sambutan.

kentrung

Kentrung TDA: Artis dadakan TDA, seru habis. Bu Aning, ‘ngomong-ngomong “Kentrung” artinya apa ya? “Ketoprak Untung”, ‘gitu?

favorite_blogger

Wuryanano, Blogger Favorit Pilihan Member TDA.

the_founder
Tiup lilin oleh founder TDA, merayakan 2 tahun kelahiran TDA.

talkshow1
Talkshow I: Pak Teguh, Bu Doris, Pak Philip, dan Pak Adzan.

talkshow2
Talkshow II: Pak Hendy “Kebab”, Pak Bambang “Tenda”, Bu Aning Moderator Ceria, Pak Eko “Bakso”, Pak Try “Distro”, di sebelah Pak Try ada Pak Fauzi “Guru TDA”. Sayang foto Pak Fauzi kepotong, maaf ya Pak Fauzi…:)

talkshow3

Talkshow III: Pembicara misterius ternyata adalah Pak Perry, Raja Distro. Menyampaikan ilmu yang dahsyat, yang tidak disampaikan di kelas-kelas sekolah atau universitas.

wisuda

“Wisudawan” TDA: Banyak wajah baru yang tampil. Lalu, ada pula wajah lama yang terekam pada Milad I yang berjanji untuk Full TDA pada Milad II ternyata tak naik panggung. Hayo, Pak Iim sudah merekamnya lho di blog beliau.

tda

Tantangan satu tahun ke depan:

- Yang di bawah berkomitmen untuk take action; segera memulai dan punya usaha.

- Yang di atas berkomitment untuk meningkatkan bisnisnya minimal 100%.

father_n_son

TDA Yunior: Calon wisudawan TDA pada Milad yang ke ………

sukses

Bintang Milad ke-3, dengan Sang Trainer Dahsyat! He..he.e.. narsis ya..:)

Filed under: Organisasi/Komunitas, tangandiatas ,

TDA Apprentice: Laporan dari Tanah Abang

Hujan deras, menyambut pagi itu ketika saya mengantar isteri. Untunglah kami telah berteduh di Kebayoran Lama, tentu saja sepiring ketupat sayur Padang sungguh nikmat dinikmati di bawah tenda penjual ketupat.

Setelah hujan reda, dan ketupat pun habis, berangkatlah kami ke Tanah Abang. Pukul delapan kurang, Senin (13 Maret 2007) kami mendapati Pak Haji dan beberapa karyawannya telah berkumpul dan mulai membuka toko.

Ada 6 orang peserta TDA Apprentice (plus saya sebagai pengantar isteri dan pemantau..:D). Senin yang cerah, setelah hujan kepagian. Oo.. ternyata ini toh tokonya Pak Haji. Ada 3 ruko yang bersebelahan menjadi toko beliau. Sepertinya menjadi pusat/kantor utama bisnis Pak Haji di Tanah Abang, diantara sekian banyak toko beliau lainnya disana. Untuk 3 toko ini diperuntukkan buat kaos, jeans, jaket, pakaian muslim dll.

Sengaja saya hari ini meliburkan diri minta izin ke kantor, demi untuk melihat geliat bisnis Tanah Abang dan berkenalan lebih lanjut dengan Pak Haji.

Menyenangkan berada di toko Pak Haji. Suasana religi terasa membuka hari kerja. Setelah toko dan barang-barang beres ditata, para karyawan berkumpul, lelaki sesama lelaki dan perempuan sesama perempuan. Mereka mengawali hari kerja dengan membacakan ayat suci Al-Quran dan membacakan terjemahannya, bergantian. Ada satu ayat yang berkesan yang dapat saya tangkap: Mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat. Ya, ternyata kunci meminta pertolongan Allah itu adalah sabar dan shalat. Dan itu harus dibuktikan dengan sabar dalam kerja, seharian menemani disana banyak hikmah yang didapat.

Setelah selesai mengaji, Pak Haji mengumpulkan para karyawan dan kami. Beliau memperkenal para peserta magang dan memberikan sedikit motivasi kepada para karyawan beliau. “Pak Haji berpesan, jangan kalian lama-lama kerja disini. Jangan selamanya jadi karyawan, setelah kalian bisa harus usaha sendiri. Harus jadi pedagang, buka usaha sendiri! Kalau selamanya jadi tangan di bawah, kapan mau naik haji, membantu saudara dan berzakat?” Demikian kira-kira pesannya. Ternyata sudah banyak mantan karyawan beliau yang sukses dan membuka usaha sendiri di Tanah Abang.

Para peserta magang dibagi ke beberapa toko Pak Haji disana. Untuk ruko pusat dapat Pak Didin, Mbak Sonya dan Efa (isteri saya..:)) plus saya sebagai pemantau.

Nama toko Pak Haji M.S.G (Mira Super Grosir). Saya bertanya ke beliau: Pak Haji, Mira itu nama anak Pak Haji ya? Pak Haji tersenyum: Bukan. Bukan nama anak, bukan nama mantan pacar. Mira itu kepanjangannya: mengharap ridha Allah. Wah! Luar biasa! Saya surprise juga mendengarnya.

Saya ngobrol-ngobrol dengan Pak Haji. Beliau sangat surprise dengan gerakan teman-teman yang membuka lapak di daerah Tangerang. Tercetus ide dari Pak Haji bagaimana kalau dibentuk saja TDA Lapak. Jualannya Sabtu-Minggu saja. Bagi yang amphibi, untuk tahap menuju Full TDA bisa dilakukan cara ini. Barangnya bisa pinjam dari Pak Haji.

Saya sempat cerita tentang potensi pasar kaget di Sektor 9 Bintaro dan TMII. O ya..?!, sambut Pak Haji. Lalu saya bercerita sedikit tentang potensi disana. Boleh deh, kapan-kapan kita agendakan untuk survey lokasi-lokasi lapak, sambut beliau. Wah, ide yang bagus untuk transisi menuju full TDA.

(Sebagai laporan lain untuk melengkapai pantauan saya pada TDA Apprentice bisa dibaca pada laporan sebelumnya yang telah diberikan oleh Pak Didin)

Terakhir saya main seharian di Tanah Abang tahun 1993. setelah itu paling cuma sekedar lewat saja. Ternyata sekarang perkembangan Tanah Abang sungguh pesat. Dahulu saat saya masih pertama di Jakarta, oleh paman saya diajak ‘nememin beliau manggul-manggul barang hasil konveksi beliau ke sana untuk diantarkan ke toko-toko. Pasar Tanah Abang tahun ’93 beda banget dengan sekarang. Pasar yang sumpek, pengap dan panas. Pokoknya, masuk kering keluar basah. Alias berkeringat. Tapi sekarang, sudah full AC… Tanah Abang berkembang menjadi pasar moderen

Beda Tanah Abang tahun ’93 dengan sekarang. Beda juga saya tahun ’93 dengan sekarang. Saat itu saya tak punya motif bisnis sedikit pun! Keras Paman saya mendidik bagaimana saya bisa jadi pedagang, tapi keras pula keinginan saya untuk kuliah dan tidak ingin berdagang. Hasilnya, saya telat selesai kuliah, aktif di dunia aktivis mahasiswa dan politik. Eh, baru sekarang-sekarang back to basic! Orang Minang jadinya, ya bisnis juga…:)

Gara-gara TDA nih! Eh, enggak juga. Sebelum-sebelumnya sudah mulai muncul kesadaran spritual (he.he.. istilah apa nih..?). Baru setelah gabung dengan TDA embrio ini jadi mekar dan subur….

Kembali ke Tanah Abang, kembali ke TDA Apprentice…. Sore akhirnya tiba juga. Pegel pinggang seharian berdiri kalah oleh kepuasan mendapat spirit dan melihat dunia baru. (Bayangkan, terbiasa seharian duduk jadi orang kantoran sekarang seharian berdiri dan bantu-bantu karyawan Pak Haji mengisi barang di Toko beliau yang baru). Pegel juga.

Saya ketemu teman sesama kuliah dulu yang sekarang sukses buka 3 toko di Tanah Abang. Saya kenalin dengan Pak Haji. Teman ini mengeluhkan sepinya bisnis sekarang ini. Pak Haji bilang, ya sekarang pasar sepi. Tapi tenang aja, tahan aja dulu 2 tahun ke depan ini. InsyaAllah ekonomi kita akan bangkit. Ini seiring dengan kebijakan pemerintah dan perkembangan internasional yang membuat hal ini. Pergeseran roda ekonomi Cina akan menuju ke Indonesia. Pak Haji sangat optimis. Teman saya kaget, o begitu ya Pak Haji? (cerita dan analisa bisnis Pak Haji lebih luas dari penjelasan saya ini. Tapi saya lagi pengen selesai nulis nih, jadi nggak bisa menjabarkannya lebih luas..). Yang penting—pesan Pak Haji, coba aja pertahankan dulu bisnis yang ada sekarang sampai 2 tahun ke depan ini. InsyaAllah setelah itu ekonomi kita akan membaik…. Aamien…

Sore semakin tinggi dan pertemuan hari ini mesti selesai. Saya pun mesti pulang. Di mikrolet 09 Tanah Abang-Kebayoran kami—saya dan isteri tepar ketiduran… Pinggang yang linu membuat pulas tertidur di mikrolet. Hilanglah dunia, larut dalam alunan kelelahan dan tertidur. Tiba-tiba, Kak, bangun Kak. Malu tuh diliatin penumpang mobil lain. Liatin kita berdua pulas ketiduran. He..he.. malu juga, tengsin!!! Tenang aja dik, tahun depan kita ‘nggak di angkot ini lagi. Kita ada di Innova……

Filed under: Menuju Full TDA, tangandiatas

VIRUS TANGANDIATAS

Sudah beberapa hari ini badan merasa aneh. Serasa dada berirama tidak seperti biasanya. ’Ntah dak dik duk, ntah serasa diremas-remas, ntah apa namanya sulit untuk dijelaskan. Tapi yang jelas, sudah beberapa hari ini aku seperti ”tersapa”—kalau orang Minang bilang. Sebuah kondisi untuk menjelaskan suasana badan di luar kewajaran. Biasanya ”tersapa” dikonotasikan kalau seseorang diganggu oleh makhluk halus.
Tapi ini beda, bukan makhluk halus penyebabnya.

Tidur pun diisi mimpi yang lain. Siang hari pikiran, semangat jadi beda.

Kira-kira suasana hati seperti orang yang kepincut asmara, dada bergejolak tidak menentu. Atau kalau kita berada pada suatu kondisi percepatan, serasa adrenalin memacu diri. Antara kondisi termotivasi dan terobsesi. Gelisah saja bawaannya diri… Wah.. gak boleh lama-lama dan berdiam diri nih. Pokoknya harus bergerak!

Apa penyebabnya……?

Ntah kenapa, semenjak hari minggu yang lalu (28/01/07) setelah menghadiri milad TDA aku jadi beda.

Melihat para provokator bicara dan sharing, panas juga hati ini. Melihat teman-teman milis di wisuda dari sebelumnya tangan di bawah (tdb) dan sekarang jadi tangan di atas (tdb), diri ini terprovokasi. Tahun depan, aku ntar yang berdiri di panggung itu, diwisuda sebagai seorang manusia tangan di atas. Pokoknya aku harus seperti mereka, bahkan lebih!

Ahaa.. mungkinkah seorang tdb sepertiku bisa seperti mereka? Life rich, money rich? Bisa apa seorang yang baru memiliki satu gerobak es buah, yang belum bisa memberikan keuntungan berambisi tahun depan sudah punya mobil dan rumah….??? Beromset jutaan, ratusan juta, milyaran…?

Tidak ada kata tidak bisa, pasti bisa!

Milad TDA kemarin benar-benar sangat membekas di jiwa ini. Sampai-sampai kebawa mimpi. Terlepas dari beberapa kekurangan teknis acara, moment itu telah melambungkanku. Bertemu dengan orang-orang yang sukses.
Semenjak bergabung dengan tda, sesuatu telah berubah pada diri ini. Aku bukanlah diriku yang dulu lagi. Bercita-cita bekerja? Ah, itulah cita-cita masa lalu. Sesuatu telah tertanam, sesuatu telah mengaliri. Dan sesuatu pun telah tumbuh. Berkembang, berkembang, berkembang dan terus berkembang. Pohon baru telah tumbuh, tinggal menunggu buah.

Point of no return! Terjadi, maka terjadilah!

Waktu milad kemarin aku tak banyak komunikasi. Hanya jadi pengamat saja. Datang berdua dengan isteri, aku lebih banyak jadi penonton. Cuma isteri yang sempat bicara dengan beberapa orang saja. Minderkah?… apa yang bisa aku omongkan dengan orang-orang yang sudah malang-melintang di belantara bisnis, sementara aku cuma seorang pemain baru yang baru beberapa hari berjualan es buah… Topik menarik apa yang kan bisa menjadi entry point untuk bisa masuk dalam pembicaraan bisnis dengan orang-orang sukses ini…? Ntahlah, apa yang mesti dibicarakan. Sepertinya tak punya bahan untuk memulai pembicaraan. Bukankah teori, pengetahuan telah cukup pada diri ini…? Masalahnya…. yang penting action!!! Kalau tidak action, maka pengetahuan akhirnya akan memakan diri sendiri….

Selamat ulang tahun TDA. Selamat buat para wisudawan. Semoga tahun depan kami yang belum bisa menyusul teman-teman.

Wassalam,
Syam

Filed under: tangandiatas

Light The World!

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pangulu_Kayo Selamat datang di blog pribadi saya. Panggil saja saya Syam. Hanyalah manusia biasa yang ingin menjadi LUAR BIASA. Semua orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Mari saling berbagi.
Lebih lengkap Tentang Saya
Wassalam,
Helsusandra Syam (hensyam2000@yahoo.com)