Maret 20, 2009 • 10:54 am
Jika laut terus menerjang
kemanakah arah pilihanmu?
ikuti pecah ombak – lalu terhempas di pasir pantai
atau pegang kemudimu, atur layarmu
berselancar di bibir gelombang
tetap terus menuju arah tujuan.
walau angin topan gemar bersorak – gentarkan semangat
walau gelombang menghadang pecah berbuih
pegang terus kemudi
layang jauh pandang matamu – awasi marabahaya
tembusi pekat, lincahlah bergerak
bukankah di seberang badai ada
teluk yang permai, dan tasik yang landai.
(01-06-05, update 20-03-09)
Filed under: Sastra
April 20, 2008 • 12:22 am
Mengalirlah sang waktu,
pada malam yang penuh rahasia, adalah milik mereka yang terjaga. Apa arti diri, bila tak paham akan makna?
Perjalanan telah ditempuh, tak ada kata pulang. Bukan perantauan lagi namanya, jika diputuskan tak akan lagi kembali. Kapal telah dibakar, majulah terus, tak mungkin lagi kembali.
Sang Elang telah sadar diri, tak ingin terkurung lagi dalam kandang si ayam. Terbang, gapailah sejauh cakrawala. Jika harus membubung, membubunglah setinggi-tingginya. Dan jika harus menukik, menukiklah setajam-tajamnya. Terkam mangsa di lautan, terkam di padang yang luas.
Tak usahlah takut pada badai. Elang sayapmu akan semakin kekar ketika berani menghadang angin. Sedang pipit, menyuruk ia di rimbunan pohon ketika mengahadapinya.
Elang terlahir untuk mengarungi cakrawala, menempuh lautan. Menjelajahi bumi yang luas, langit yang tak terbatas.
Filed under: Inspirasi-Motivasi, Life, Perjalanan Hidup, Sastra, Solilokui
Agustus 1, 2007 • 12:32 pm
Ada suatu kisah lama.
Seekor anjing baru saja mendapatkan sepotong daging. Dengan langkah cepat ia menggigitnya dan membawa pergi.
Dalam perjalanan pulang sang anjing menyeberangi suatu sungai kecil. Ketika melewati jembatan kayu yang menghubungkan dengan seberang, sang anjing menoleh ke bawah. Tiba-tiba ia melihat seekor anjing yang tengah menggigit daging juga.
Entah karena tergiur atau terganggu, sang anjing pun menggonggong keras. Ketika ia menggerakkan moncongnya tiba-tiba daging yang berada dalam mulutnya terlepas, jatuh ke air dan tak muncul lagi….
Air tersibak dan bayangan pun pecah. Gambar anjing lain yang terlihat menggigit daging lenyap, dan daging yang di mulut sang anjing pertama pun hilang.
Dengan langkah lesu, sang anjing melangkah dengan mulut hampa.
Sama dengan kisah ini, banyak orang terkadang tergiur dengan peluang baru lalu tanpa sadar atau secara sadar melepaskan rezeki yang sudah ada.
Mengharap hujan turun dari langit, air di tempayan ditumpahkan.
Filed under: Inspirasi-Motivasi, Sastra
Komentar