Light the World!

Icon

Cerahkan Dunia. Mari Saling Berbagi

Selamat Hari Pramuka: Riwayatmu Kini?

Pramuka

Pramuka

Hari (14-08) ini Hari Pramuka.

Teringat saya tentang gerakan kepanduan Indonesia ini. Teringat gerakan Pramuka hari ini, teringat pula saya akan masa lalu saya bersama gerakan ini.

Gerakan kepanduan (Inggris: Scouting) adalah sebuah gerakan pembinaan pemuda yang bertujuan melatih fisik, mental dan spritual—membentuk watak, akhlak dan budi pekerti luhur serta mendorong anggotanya untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat.

Di Indonesia, gerakan kepanduan ini disebut Pramuka, singkatan dari Praja Muda Kirana. Artinya adalah orangmuda yang berkarya. Gerakan kepanduan sudah berdiri di Tanah Air semenjak zaman pergerakan. Menjadi kegiatan yang melatih kemandirian, kedisiplinan, kerja-sama tim, pembentukan karakter, cinta tanah air, dan hal-hal positif lainnya.

Dalam Pramuka, kita diajarkan cinta tanah air, cinta sesama, cinta alam dan cinta pada Tuhan. Teringat saya pada gerakan baris-berbaris, menyandang tongkat dengan baju yang dipenuhi oleh berbagai emblem penghargaan dan kegiatan. Di pinggang dengan gulungan tali dan pisau belati. Serasa sudah menjadi prajurit kecil, berbaris setia, menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Kegiatan ini mengajarkan kedisiplinan, kerjasama tim, taat komando, kepemimpinan, dan fokus pada tujuan.

Diadakan juga acara kemping. Hidup di alam, membangun tenda, membentuk komunitas kecil—hidup bermasyarakat. Menjunjung alam, tidak merusak dan melindunginya. Diajarkan tali-menali, masak-memasak, membaca jejak, membaca sandi, berpetualang melintasi alam, bertahan hidup, memanjat tebing, menyeberangi sungai. Kerja-sama tim, kekompakan adalah hal pasti untuk mencapai kemenangan. Beradaptasi dengan alam, tidak merusak dan menggunakan apa yang sudah diberikan alam, adalah nilai perjuangan ketika harus bertahan hidup.

Diajarkan juga hidup bermasyarakat. Bagaimana bersosialisasi dan bermanfaat bagi orang banyak. Bukan menjadi benalu, tapi menjadi panutan, berkontribusi kepada kehidupan.

Gerakan Pramuka masih relevan dengan kekinian. Di tengah derasnya globalisasi dan gaya hidup moderen yang menafikan jati diri dan ke-Indonesiaan, Pramuka bisa menjadi salah satu gerakan yang membendung dan beradaptasi di tengah derasnya serbuan nilai-nilai asing. Pramuka menyiapkan generasi kepanduan, generasi muda yang berjati-diri Indonesia yang tahan banting, kuat iman, dan kuat kreatifitasnya.

Nilai dan semangat Pramuka masih membekas di dada dan kepala saya. Ketika lagu Indonesia Raya berkumandang, masih ada rasa haru dan patriotisme di jiwa saya. Tak bisa saya mencuekin ketika Indonesia Raya dan Merah Putih dikibarkan.

Tapi sekarang, sudah saya saksikan banyak anak muda bangsa yang masih tertawa, cuek—masa bodoh ketika Indonesia Raya dinyanyikan, tak hapal lagu Kebangsaan, lupa dengan Pancasila dan UUD 1945 serta masa bodoh ketika Sang Merah Putih terinjak dan terkulai layu.

Hari ini Pramuka seperti masa lalu, romantisme bagi sebagian orang. Anak muda lebih senang dengan kegiatan ekstra kurikuler yang lain dari pada ber-Pramuka. Pramuka tinggal menjadi romantisme saya, Anda atau siapa saja yang dulu pernah beruntung beraktifitas dalam Pramuka.

Saatnya kembali memajukan Pramuka. Menjadi kegiatan wajib ekstrakurikuler di Sekolah-sekolah atau Universitas. Jika negara-negara lain mewajibkan Wajib Militer untuk memaksakan cinta tanah air dan menyiapkan prajurit cadangan, maka seharusnya Indonesia bisa menjadikan Pramuka sebagai kegiatan menumbuhkan kembali nasionalisme, kerakyatan dan cinta alam. Tentu saja Pramuka yang diajarkan sekarang ini harus pula bisa menyesuaikan diri dengan semangat zaman, perkembangan teknologi dan kemajuan zaman. Sehingga nantinya, anak-anak muda yang dihasilkan adalah anak muda yang suka berkarya bisa beradaptasi dan berkreatifitas menyambut zaman baru.

Filed under: Indonesia, Organisasi/Komunitas

Dialog Blogger dengan Roy Suryo

‘… Kelompok blogger dan hacker yang selalu bertindak negatif adalah pelakunya. Hal ini membuktikan, yang namanya blogger dan hacker Indonesia belum bisa mencerminkan citra positif,’ tegas Roy Suryo kepada detikNET, Kamis 27/3/2008.

Apa pendapat, komentar Anda para penggiat menulis (blogger) melalui media internet? Sudah tentu, beberapa orang blogger yang merasa tertohok oleh pernyataan Roy Suryo (RS) ini menjadi gundah, gelisah dan geram. Tidak tahu, apakah pernyataan RS di atas adalah benar atau “pelintiran wartawan”, maka Riyogarta, seorang blogger menginisiasi mengadakan dialog terbuka dengan RS dalam forum khusus.


Maka, Jumat 11/04/2008 bertempat di kampus Universitas Budi Luhur dan disiarkan langsung (live streaming) oleh Universitas Bina Nusantara berlangsunglah dialog antara blogger dengan Roy Suryo. Dialog yang bertema “Membuat Blogger Positif untuk Indonesia” sempat diprotes oleh Riyogarta sebagai pemrakarsa acara. Sebab awalnya bukan judul ini yang diajukannya, tapi malah usulan tema dari Roy Suryo sebagai undangan yang diterima.

Dengan dimoderatori Abimanyu, acara ini diberi kata sambutan oleh Rektor UBL Prof. Ronny Rahman Nitibaskara, seorang ahli kriminologi. Sebagai seorang ahli kriminologi, beliau bisa memprediksi akhir dari dialog ini, ada 2 kemungkinan:

  1. Roy akan mengakui kalau dia melakukan penyimpangan, kemudian memperbaikinya dengan tidak melakukan penyimpangan;
  2. Roy akan bertahan, dengan segala penyimpangannya, karena sudah terlanjur basah.

Kemudian dialog ini dibuka dengan pernyataan Riyogarta yang menyatakan landasan dialog ini adalah ingin mengkonfirmasi langsung ke RS dengan beberapa pernyataannya yang sering menyinggung para blogger dengan menyatakan blogger adalah negatif. Sebagaimana kita ketahui, RS seringkali menyampaikan pernyataannya yang negatif tentang para blogger, hacker dan praktisi IT di Indonesia.

RS menyatakan bahwa ada bias dalam pernyataannya yang dikutip oleh media massa. Hanya sekilas saja ucapan dia yang dikutip dan menghilangkan bagian lain pernyataannya.

Para insan media adalah penyampai berita. Sudah tentu, agar berita yang diusung oleh medianya bisa menjadi daya tarik buat pembaca, pemilihan judul yang sensasional dan konten berita biasanya hanya mengambil nilai tertentu saja, tidak mungkin semua pernyataan, wawancara akan dimuat dalam konten yang terbatas.

Ketika sesi tanya-jawab dibuka oleh moderator, langsung saya mengacungkan tangan meminta kesempatan bicara. Saya nyatakan, saya mengapresiasi atas keberanian RS datang pada forum terbuka ini. Dan saya akui bahwa, RS ahli dalam berkomunikasi. Dengan ratusan massa yang mengunjungi dialog ini, saya pikir beliau akan dihakimi. Tapi itulah jagonya dia, malah tepukan tangan yang dia dapatkan. Dapat massa juga dia rupanya.

Mengenai pernyataan RS bahwa ucapannya dipelintir oleh wartawan, saya nyatakan bahwa RS rupanya punya mainan baru lagi. Setelah sebelumnya berkonfrontir dengan para blogger dan hacker, sekarang malah dengan wartawan. Saya pikir, untuk sekelas Detik dan Kompas (yang memuat pernyataan RS), dengan track record yang lama dalam media tentu mereka tidak akan mau main-main dengan isi berita. Sebab, kalau salah yang disampaikan ini akan mempengaruhi kredibilitas mereka.

Boleh saja RS menyatakan bahwa pernyataan dia yang benar adalah “ada beberapa blogger” yang bertindak negatif yang diucapkannya.Tapi kalau kita compare dengan pernyataan beliau yang saya kutip di atas, sangatlah berbeda. Tertulis jelas, “Kelompok blogger dan hacker“, ini sudah bicara komunitas, kelompok, dan mengeneralisir blogger, bukan lagi bicara individual-individual.

Belum lagi pada penggunaan istilah bahasa, para orang IT tentu sudah paham apa arti istilah hacker. Hacker tidaklah pernah membuat kerusakan, hanya sekedar mengingatkan dan malah menjadi partner pada beberapa orang untuk menguji kehandalan sistem atau software yang mereka buat. Barangkali maksudnya RS adalah cracker yang melakukan pengrusakan pada beberapa website. Tapi, ya… masa’ RS ‘nggak tahu apa arti dan perbedaan hacker dengan cracker.

Pada kesempatan bicara ini, saya melanjutkan dengan menyarankan RS agar menulis. Sebab, pada khasanah intelektual dunia, itu diwariskan dalam bentuk tulisan. Selama ini, barangkali saya kurang baca saya tidak menemukan tulisan-tulisan RS baik dalam bentuk buku, koran ataupun blog. Supaya pernyataannya jangan dianggap lagi dipelintir oleh media, hendaknya RS menuliskan pikiran-pikirannya itu dalam tulisan atau di blog. Dengan adanya tulisan-tulisan ini, orang bisa membaca siapa itu Roy Suryo. Sehingga ketika ada hal yang kontroversial, orang tinggal membaca atau sudah mengerti siapa dia dari tulisan-tulisannya.

Riyogarta sepakat dengan pernyataan saya, dan malahan beliau menawarkan domain gratis untuk Roy Suryo dan menantang untuk ‘ngeblok. Silahkan diisi dan tulislah. Jika RS menyatakan blogger negatif, dan menyarakan para blogger ini bisa menjadi positif maka dia harus bisa memberi contoh bagaimana menjadi blogger yang positif.

Tapi… Roy Suryo menolak. Beliau menyatakan tiap orang punya alasan untuk berkomunikasi. Setiap orang punya pilihan layer apa yang dipilih. RS tidak memilih dalam bentuk blog atau tulisan.

Akhir acara ini tidak ada kesepakan yang dibuat, atau konklusi konkrit yang didapat. Acara berakhir dengan tanda-tanya, apa sih motif Roy Suryo dengan pernyataan-pernyataannya dan kebenarannya. Sebab setiap jawaban dan pernyataan yang disampaikan Roy Suryo pada sesi ini selalu saja panjang lebar dan bias dari fokus masalah.

Filed under: Organisasi/Komunitas, Tokoh

Reuni Aktivis ‘98

Semalam saya bertemu dengan kawan-kawan lama seperjuangan. Kawan-kawan yang saya temui ini bukanlah orang-orang sembarangan. Mereka ada pada top level pada masing-masing kampusnya dahulu. Para mantan Ketua Senat Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ). Orang-orang yang dahulu memaksa Harmoko dan pimpinan DPR/MPR untuk menyatakan meminta Soeharto mundur dari jabatanya. Bayangkan, ketika tidak ada satu pun yang berani meminta mundur waktu itu, kami telah memaksa DPR/MPR untuk meminta Soeharto mundur, karena bagaimanapun DPR/MPR adalah representasi dari rakyat.

Kalau bicara era ‘98, dan kalau mengikuti era ini, siapa sih yang tidak kenal dengan FKSMJ? Gerakan fenomenal yang menduduki gedung DPR/MPR pertama kali, selanjutnya baru setelah itu masuklah komponen-komponen lain sehingga gedung ini tumpah-ruah dan berujung pada lengsernya Soeharto. Ada sekitar 73 orang pimpinan Senat Mahasiswa se-Jakarta memasuki gedung DPR/MPR dengan mendompleng rombongan para dosen IKIP Jakarta. Saat itu gedung ini telah dikelilingi oleh para tentara yang bersenjata lengkap dan tidak bisa sembarang orang masuk ke sana. Suasana waktu itu sangat menegangkan, setelah peristiwa Trisakti kerusuhan melanda di mana-mana.

10 tahun tidak berkumpul dan bertemu lagi, sepertinya ada yang lain pada malam ini. Suasana kerinduan, emosi dan semangat kawan-kawan ini masih sama. Setelah Soeharto tumbang, orang-orang ini kembali ke kampus, meneruskan hidup yang tertunda. Selesai kuliah, menjalankan peran masing-masing. Ada yang terlibat pada jalan politik, ada yang masuk ke dunia kerja, dunia bisnis, mengajar dan sebagainya.

10 tahun tidak bertemu, tapi rupanya ada kesamaaan dan keresahan yang mengumpulkan kami pada malam tadi. Keresahan melihat persoalan bangsa yang masih saja menderita, para elite yang lupa pada rakyatnya. Sebaik apapun posisi kami sekarang ini, tapi kami masih gundah melihat nasib negeri kami. Korupsi yang merajalela, dan sebagainya. Maka, berawal dari kegundahan ini berkumpullah kami malam ini.

Salah seorang dari kami mengeluarkan arsip-arsip lama. Beliau dahulunya bertugas sebagai Sekretaris FKSMJ. Masih lengkap, kami terpana melihat catatan-catatan lama yang disimpan rapi. Absen rapat-rapat marathon dahulu, berpindah dari satu kampus ke kampus lain. Arsip berita, pernyataan sikap (statement) dari awal sampai akhir, masih ada. “Arsip ini masih tersimpan rapi di kamar saya”, katanya. “Saya tidak akan mengeluarkan dari kamar sampai ada perintah dari kawan-kawan”, demikian disampaikannya.

Ada pernyataan sikap meminta Soeharto mundur, sampai merancang pertemuan Ciganjur yang mempertemukan para tokoh-tokoh yang akhirnya mengeluarkan Deklarasi Ciganjur. Semua masih rapi. Ada niat di antara kawan-kawan untuk mengumpulkan arsip-arsip dan foto-foto yang berhubungan dengan kami. Rencanaya akan membuat buku agar mengimbangi sejarah yang ada serta menyingkap yang tertutup.

Malam semakin larut, persoalan kekinian pun harus dipikirkan. Beda dengan dahulu, ketika masih lajang kami bisa rapat sampai pagi. Saat ini masing-masing kami hamper semua sudah berkeluarga dan mesti pulang. Ada kawan yang telah ditunggui isteri dan anaknya di rumah, dan ada pula yang ditunggui isterinya yang tengah hamil tua.

Masih ada waktu lain, kami pun sepakat untuk bertemu kembali dan membicarakan agenda yang tertunda.


 

Filed under: Life, Organisasi/Komunitas

Merangkai Kenangan Manis Milad TDA yang Ke-2

Milad TDA ke-2 selesai dilaksanakan. Kemeriahan acara dan spirit yang dikandungnya cukup menjadi bekal ketika pulang dari acara. Kenangan indah terekam dalam foto-foto. Walau kamera digital sederhana yang dibawa tak maksimal merekam momen-momen berharga, semoga bisa menyampaikan cerita bagi teman-teman yang berhalangan hadir, dan pengingat saat-saat indah bagi yang beruntung hadir kemarin.

Berikut gambar-gambar yang terekam. Resolusi 1,3 Megapixel dari kamera yang saya bawa hanya bisa menghadirkan gambar-gambar sederhana saja.

h_alay
H. Alay, Sesepuh TDA menyampaikan kata sambutan.

kentrung

Kentrung TDA: Artis dadakan TDA, seru habis. Bu Aning, ‘ngomong-ngomong “Kentrung” artinya apa ya? “Ketoprak Untung”, ‘gitu?

favorite_blogger

Wuryanano, Blogger Favorit Pilihan Member TDA.

the_founder
Tiup lilin oleh founder TDA, merayakan 2 tahun kelahiran TDA.

talkshow1
Talkshow I: Pak Teguh, Bu Doris, Pak Philip, dan Pak Adzan.

talkshow2
Talkshow II: Pak Hendy “Kebab”, Pak Bambang “Tenda”, Bu Aning Moderator Ceria, Pak Eko “Bakso”, Pak Try “Distro”, di sebelah Pak Try ada Pak Fauzi “Guru TDA”. Sayang foto Pak Fauzi kepotong, maaf ya Pak Fauzi…:)

talkshow3

Talkshow III: Pembicara misterius ternyata adalah Pak Perry, Raja Distro. Menyampaikan ilmu yang dahsyat, yang tidak disampaikan di kelas-kelas sekolah atau universitas.

wisuda

“Wisudawan” TDA: Banyak wajah baru yang tampil. Lalu, ada pula wajah lama yang terekam pada Milad I yang berjanji untuk Full TDA pada Milad II ternyata tak naik panggung. Hayo, Pak Iim sudah merekamnya lho di blog beliau.

tda

Tantangan satu tahun ke depan:

- Yang di bawah berkomitmen untuk take action; segera memulai dan punya usaha.

- Yang di atas berkomitment untuk meningkatkan bisnisnya minimal 100%.

father_n_son

TDA Yunior: Calon wisudawan TDA pada Milad yang ke ………

sukses

Bintang Milad ke-3, dengan Sang Trainer Dahsyat! He..he.e.. narsis ya..:)

Filed under: Organisasi/Komunitas, tangandiatas ,

Knowledge untuk Semua

ksl1

Beberapa waktu lalu (7-9/12/2007) saya diundang oleh yunior saya dari Universitas Budi Luhur. Mereka adalah dari Kelompok Studi Linux – Budi Luhur (KSL-BL). Bertempat di daerah Puncak, Bogor Jawa Barat mereka mengadakan pelatihan: Latihan Dasar Penguin (LDP). Sebuah ajang penggodokan buat calon anggota baru KSL-BL. Saya diminta mengisi materi tentang Kepemimpinan.

Saya dekat dan punya concern, komitmen dengan teman-teman dari KSL ini. Secara langsung dan tidak langsung, saya ikut dalam membidani kelahiran kelompok ini. Semasa saya menjadi Presiden Mahasiswa di STMIK Budi Luhur, saya dan teman-teman—iantaranya Iyo—punya kepedulian kepada knowledge sharing. Kami menyadari, bahwa knowledge tidaklah boleh dimonopoli oleh seseorang atau kelompok. Ia harus dibagi dan bersifat bebas (freedom). Kami tidak menyukai kemapanan.

Dari diskusi-diskusi seru kami di kampus, kemudian Iyo, Buyung (anggota saya di Badan Eksekutif Mahasiswa), dan beberapa teman lain mulai menyusun konsep dan membentuk komunitas saling berbagi, dinamakan Kelompok Studi Linux – Budi Luhur (KSL-BL). Akhirnya lahirlah organisasi ini.

ldp1Sampai beberapa periode, saya masih in touch dengan mereka. ‘gimana nggak in touch? Lha, base camp mereka saja bersebelahan dengan kontrakan saya. Saya semasa kuliah memang suka berkomunitas dan berkumpul. Saya berkumpul dengan yunior-yunior saya yang mengatasnamakan ABT (Anak Bawah Tangga). Kami mengontrak rumah di samping kampus. Kontrakan kami ini terdiri dari 3 petak. Petak yang kedua, diisi oleh Andy dan Fandy, yunior saya juga di UBL. Petak yang ketiga diisi oleh teman-teman KSL. Jadilah 3 rumah petak ini seperti kampung kecil kami. Hidup berjalan 24 jam. Selalu ramai.

ldp2Dari kontrakan inilah kami menempa ide-ide dan kaderisasi. Ada Rebek yang membantu ideologisasi yunior-yunior ini. Senior-senior yang lain bergantian dating menempa adik-adik ini. Jadilah orang-orang ini sebagai manusia-manusia yang sangat radikal dalam memahami ide yang mereka usung.

Kami anti kemapanan. Dalam arti kemapanan yang menindas dan anti sosial. Knowledge adalah anugerah Tuhan, tak seorang pun boleh memonopolinya. Knowledge harus bersifat bebas, dan harus dibagi. Untuk konteks KSL-BL, kekhususan yang diusung adalah yang berhubungan dengan IT (Information Technology) dan IS (Information System) karena latar belakang mereka adalah mahasiswa IT.

Prinsip yang mereka usung adalah free software . “Free” yang berarti freedom, bukan free yang bukan diartikan sempit “gratis”. 3 prinsip freedom yang diusung adalah:

1. Bebas untuk menggunakan

2. Bebas untuk dikembangkan

3. Bebas untuk disebarluaskan

 

ldp3 ldp5 ldp6

iyoKeterangan Foto:

Atas: Penggemblengan dan pengujian materi

Samping: Indrio “Iyo”, dedengkotnya KSL-BL. Bawa keluarga. Kasian tuh anaknya harus nemenin ayahnya begadang sampe malam.

Saya dan Iyo sempat juga berjuang sebentar dalam idealisme organisasi Knowledge Sharing Group (KSG-BL). KSG-BL malah sempat mengundang Richard Stallman, Founder of GNU Project and Free Software Foundation datang ke Indonesia. Sampai akhirnya organisasi ini hilang begitu saja setelah dikelola oleh kampus.

Filed under: Life, Organisasi/Komunitas, Teknologi

PESTA BLOGGER 2007: Ajang Silaturahmi Blogger Indonesia


Salam blogger!
Dengan email ini, saya Enda Nasution, atas nama seluruh Komite Pesta Blogger 2007, bermaksud mengundang Anda untuk menghadiri acara pertemuan para blogger berskala nasional pertama di Indonesia: Pesta Blogger 2007: “Suara Baru Indonesia”

Sebagai salah seorang blogger yang cukup dikenal di kalangan komunitas blogger Indonesia, adalah suatu kehormatan bagi kami apabila Anda berkenan untuk hadir dalam acara yang sedianya akan diselenggarakan pada:
….

102507-0402-pestablogge1.jpg

Alhamdulillah, saya mendapatkan satu undangan gratis mengikuti acara nasional “Pesta Blogger 2007″, ajang berkumpulnya para blogger Indonesia. Keren, pasti orang-orang (blogger) ngetop Indonesia yang sudah malang-melintang di jagat maya akan berkumpul dan mendiskusikan banyak hal.

Saya ingin ikut hadir, tapi terlambat mengajukan permintaan atau mendaftarkan untuk mendapatkan undangan gratis bagi pendaftar pertama. Setelah itu untuk mendapatkan tiket masuk, mesti membayar kontribusi sebesar Rp 100.000,-

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan penawaran dari admin go-ranahminang.web.id untuk mendapatkan free ticket acara Pesta Blogger 2007. Komunitas Blogger Minangkabau mendapatkan jatah 10 free ticket. Lalu saya balas emailnya dan, alhamdulillah pagi ini akhirnya saya mendapatkan undangan gratis mengikuti acara berikut entry code untuk mengikutinya.

Sampai jumpa di Pesta Blogger 2007. Mari kita bicara banyak tentang bangsa, kemanusiaan dan apa saja yang bisa kita sumbangkan untuk kemajuan bersama.

Filed under: Indonesia, Life, Organisasi/Komunitas ,

Teknik Bersidang/Rapat

hammerSenin malam (11/08) sampai Selasa pagi saya berada di Puncak, Bogor Jawa Barat. Saya diundang oleh Badan Eksekutif Mahasiswa STIMIK Perbanas untuk mengisi dua sesi materi. Materi pertama tentang motivasi, saya putarin aja filem The Secret buat mereka, jadi saya nggak perlu banyak bicara cukup mereka ambil kesimpulan saja setelah nonton filem. Materi kedua saya menyampaikan Etika/Teknik Persidangan.

Sudah beberapa tahun ini (5-7 tahun terakhir) saya rutin diminta untuk mengisi materi Etika/Teknik Persidangan. Barangkali pengalaman organisasi atau kenapa, mahasiswa STIMIK Perbanas selalu meminta saya untuk mengisi materi ini.

Dari kantor saya dijemput oleh panitia, kemudian saya pulang jemput isteri buat diajak serta. Kasihan juga ditinggal sendiri di rumah. Sekitar pukul 7 malam berangkat dan sampai di lokasi acara sekitar pukul 9 malam.

Semestinya materi pertama saya pukul 20.45, tapi molor sampai mulai pukul 11 malam. Tak ada yang bisa saya sampaikan tentang materi ini, karena setelah saya beri kata pengantar lalu peserta saya suguhi filem The Secret dan ketika telah selesai waktu sudah memasuki dini hari.

Sesi materi kedua, saya menyampaikan Etika/Teknik Persidangan.

Ada beberapa catatan yang ingin saya sampai kepada Anda tentang materi ini dan pandangan atas hasil simulasi sidang yang dilakukan oleh para peserta pelatihan.

Sidang atau rapat adalah pertemuan formal suatu organisasi untuk membahas masalah tertentu agar menghasilkan keputusan sebagai sebuah kebijakan organisasi. Penguasaan tata cara persidangan/rapat mutlak dimiliki oleh para “pemain” organisasi. Kenapa? Karena dari sidang/rapat inilah akan keluar keputusan yang mengikat dan akan menentukan perjalanan organisasi maupun individu-individu yang terlibat di dalamnya, dan dari keterjebakan keputusan yang dihasilkan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam persidangan/rapat:

  1. Tempat/ruangan
  2. Waktu
  3. Agenda acara/pembahasan
  4. Perlengkapan dan peralatan
  5. Peserta
  6. Tata tertib
  7. Pimpinan sidang/rapat
  8. Keputusan/kesimpulan sidang/rapat

Tempat Sidang. Perlu diperhatikan tempat berlangsungnya sidang/rapat yang memadai. Jangan melangsungkan pertemuan yang penting di tempat dimana tidak bisa berlangsung dengan baik karena persoalan gangguan, tidak nyaman, format atau posisi peserta, tidak tersedianya sarana penunjang dan sebagainya.

Waktu Sidang. Demi disiplin sidang faktor waktu mesti diperhatikan. Jangan sampai sidang berlangsung tanpa ada kepastian waktu, harus ditentukan durasi, dimulai dan diakhiri serta kapan waktu istirahat jika sidang berlangsung lama. Para peserta harus displin dengan persoalan waktu.

Agenda Pembahasan. Sebelum sidang/rapat berlangsung para peserta harus sudah tahu materi apa yang akan dibahas. Jangan sampai peserta menduga-duga maksud pertemuan, ketidakjelasan agenda pembahasan membuat sidang/rapat bisa ngelantur kemana-mana. Kalau tidak ada agenda yang jelas, maka itu kongkow-kongkow namanya, bukan bersidang:)

Perlengkapan/Peralatan. Siapkan apa saja perlengkapan/peralatan yang dibutuhkan. Jika sidang/rapat berlangsung di tempat yang luas maka diperlukan pengeras suara. Dalam sidang formil perlu juga disiapkan palu untuk memutuskan/menetapkan hasil sidang/rapat.

Peserta. Siapa saja yang boleh mengikuti persidangan, dan apakah dibolehkan peninjau. Siapa yang punya hak bicara (menyampaikan pendapat) dan punya hak suara (membuat keputusan).

Tata Tertib. Harus diatur apa yang boleh dan tidak boleh, etika dan aturan main persidangan.

Pimpinan Sidang/Rapat. Pimpinan bisa dari pimpinan organisasi atau ditunjuk oleh peserta sidang. Tergantung dari jenis sidang/rapat itu sendiri. Pimpinan sidang/rapat haruslah orang yang mengerti teknik bersidang/rapat. Sukses atau gagalnya persidangan sangat ditentukan oleh keahlian dan kecakapan pimpinan. Banyak sidang berlangsung chaos dan amburadul karena kesalahan pimpinan. Pimpinan haruslah mempunyai sifat-sifat kepimpinan, berwibawa, peka, disiplin, bisa mengelola konflik, santun dan sifat-sifat positif lainnya. Pokoknya pimpinan harus bisa mengarahkan sidang ke arah keputusan secara efektif dan efisien.

Keputusan/Kesimpulan Sidang. Output product dari persidangan/rapat adalah keputusan atau menghasilkan kesimpulan. Keputusan yang dibuat tidaklah bertentangan dengan kehendak dan tujuan organisasi, diusahakan memuaskan semua pihak. Hendaknya keputusan yang dibuat mengedepankan asas musyawarah untuk mufakat, jangan langsung ambil voting. Voting adalah cara terakhir jika musyawarah-mufakat tidak tercapai.

Sewaktu para peserta pelatihan saya minta untuk mencoba simulasi sidang, banyak kejadian-kejadian lucu atau dramatis terjadi. Cara memegang palu sidang yang salah, pimpinan yang gagap atau bingung mengarahkan sidang, masuknya penyusup, suara kegaduhan, hingga sidang berlangsung chaos. Pada simulasi sidang tahun sebelumnya, saking chaos-nya, sampai-sampai pimpinan sidang diculik oleh suatu kelompok. Nah lho! Kalau pimpinan sidang diculik ‘gimana cara penyelesainnya?

Beberapa poin kunci yang saya catat kenapa sidang berlangsung kacau karena para peserta sidang tidak memperhatikan unsur-unsur sidang seperti yang saya sampaikan di atas. Sebelum sidang berlangsung, tidak ditentukan tata tertib sidang, waktu sidang, agenda pembahasan, penelusuran masalah, hingga siapa saja peserta sidang atau peninjau, siapa yang boleh bicara dan bersuara. Untuk sidang yang besar dan penting, perlu juga dibentuk tim pendukung sidang, seperti keamanan dan lainya untuk menjaga sidang dari hal-hal yang tidak diinginkan dan berlangsung dengan baik.

Contoh terbaik untuk belajar dan mengamati sidang sebenarnya adalah menonton sidang-sidang DPR/MPR kita. Banyak hal lucu dan mengecewakan terjadi, barangkali karena ketidak-tahuan mereka tentang tata-cara bersidang, atau malah sok tahu. Ada peserta sidang yang mencak-mencak, megang-megang mike sambil teriak-teriak, mengejar pimpinan sidang sambil ‘nunjuk-nunjuk dengan muka merah. Bukankah itu lucu, iyakan…? he..he..(HS)


Filed under: Organisasi/Komunitas

Light The World!

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat datang di blog pribadi saya. Panggil saja saya Syam. Hanyalah manusia biasa yang ingin menjadi LUAR BIASA. Semua orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Mari saling berbagi.
Lebih lengkap Tentang Saya
Wassalam,
Helsusandra Syam (hensyam2000@yahoo.com)