Light the World!

Cerahkan Dunia. Mari Saling Berbagi

Baru Launching GRESS Langsung Dapat Order

Alhamdulillah, setelah memutuskan resign dari tempat kerja saya mulai bisa fokus menjalankan bisnis. Jika selama ini terbentur oleh rutinitas dan jadwal kerja, sekarang saya punya kebebasan waktu.

Bebas waktu, bebas finansial? Yang pertama sudah, dan yang kedua InsyaAllah semoga tercapai. Karena dengan dunia bebas sekarang ini InsyaAllah terbuka peluang menjemput rezeki Allah SWT.

Setelah menjalankan bisnis dengan menjual baju renang muslimah dengan merek bourgoutti, sekarang saya me-launching baju renang baru dengan merek GRESS. Buat webstore dengan WordPress, utak-atik lalu publish ke umum dengan mengirim ke milis TDA dan Hanya Wanita pada Senin, 05 Mei 2008.

Alhamdulillah, baru saja dilaunching, masuk sms yang menanyakan produk kami. Dan Alhamdulillah lagi, setelah itu langsung masuk order memesan baju renang GRESS. Chating dengan calon pelanggan, masuk uang ke rekening saya untuk memesan baju ini. InsyaAllah ini order pertama pembuka pintu rezeki yang lebih banyak lagi.

Semoga rezekiku semakin bertambah dan semakin banyak lagi syukur yang akan disampaikan.

Filed under: Bisnis, Menuju Full TDA, Perjalanan Hidup, Syukur, Teknologi , ,

Meraih Impian

Sampailah sudah saya pada hari terakhir bekerja sebagai karyawan, setelah sebulan sebelumnya mengajukan diri berhenti. Sesuai peraturan kantor, surat pengunduran (memajukan diri) harus diajukan sebulan sebelum berhenti. Maka, Selasa 15 April 2008 tunailah sudah masa-masa “pengabdian”.

Ada debar-debar membayangkan masa depan, debar mengakhiri hari terakhir bekerja. Menyerahkan diri sepenuhnya pada Allah SWT, tak ada lagi jaminan “kesejahteraan” setiap akhir bulan.

Pagi sebelum berangkat, isteriku bertanya, “Ada yang jemput dari kantor ‘nggak?”

“‘Nggak ada”, jawabku.

“Kalau ‘gitu, Efa aja deh yang jemput kakak”, isteriku tersenyum menawarkan diri.

“‘Nggak usah”, sambungku. “Tunggu aja di rumah.”

Maka, berangkatlah aku ke kantor untuk terakhir kalinya. Hari ini aku selesaikan serah-terima pekerjaan, meeting dengan Manajer System Development untuk koordinasi pekerjaan dengan yang menggantikan. Alhamdulillah, sesuai dengan tawaran dia dan kesepakatan kami beberapa lalu saat aku mengajukan resign, mantan manajerku menawari aku untuk memberikan training kepada karyawan yang menggantikan. Beliau minta aku menyusun proposal penawaran. Ya, Alhamdulillah deh. ‘Nggak ‘nganggur amat, ada rezeki yang telah menunggu :)

Sesaat menjelang pulang dari kantor, lewat chatting isteriku menyampaikan, “Kak, nanti sebelum sampai rumah, sms Efa ya. Nanti Efa jemput di depan.”

Isteriku masih tetap ingin menyambutku secara istimewa. Walau tak jadi menjemput langsung ke kantor tapi paling tidak jemput ke depanlah. Untuk diketahui, rumah (lebih tepatnya kontrakan) kami agak masuk ke dalam dari jalan raya.

nirwana-kom Acer 4920, sang pengganti

Selesai shalat Maghrib, dengan tas ransel besar kusandang barang-barang terakhir dari kantor. Sesaat kutatap komputerku yang kuberi nama nirwana-kom yang telah menemaniku selama 2 tahun 10 bulan ini semasa berjuang sebagai karyawan. Suka-duka, dialah yang menemami perjuanganku sebagai karyawan.

Setelah menyampaikan selamat tinggal dengan beberapa teman yang belum pulang dan menyampaikannya juga melalui intranet maka kutinggalkan kantor. Kuhirup udara kebebasan pertama setelah full TDA di malam Jakarta yang sesak berasap.

Sesampai gang masuk rumah, isteriku sudah menyambutku. Tersenyum dia, “Kak, makan pisang bakar dulu yuk.” Dia menawarkan, rupanya dia mau menyambut secara istimewa. Lalu kami menuju warung yang menjual pisang bakar, walau akhirnya makan bakso juga akhirnya di warung sebelahnya.

Kami ‘ngobrol-ngobrol, dan saya sangat menikmati saat-saat ini.

…………………….

Pagi Rabu ini, setelah Shalat Shubuh, kubuka laptop mulai menulis. Duet Opick dan Tasya menemani.

“Bersujud kepada Allah, bersyukur sepanjang waktu. Setiap nafasmu, seluruh hidupmu semoga diberkahi Allah….”

Banyak hal yang ingin diceritakan, tapi sedikit yang tertulis. Beberapa langkah akan ditapaki untuk mencapai mimpi. Hari ini adalah hari pertamaku bebas dari rutinitas harian seperti biasa. Tak ada lagi degup kuatir keterlabatan, berpacu di pagi yang macet menuju kantor. Gesit mendapatkan bus kota yang kosong, atau sekedar mendapatkan bangku tempat duduk.

Selamat tinggal “zona nyaman”. Dikaulah masa lalu, kuhadang masa depan. Kuraih mimpi. Jika selama ini rezekiku sudah terjatah, maka sekarang adalah masa menjemput dan menunggu rezeki yang tak pasti. Ya, dengan potensi ketidakpastian ini berarti Allah sudah menetapkan rezeki tidak lagi terbatas. Berarti ada potensi rezeki besar tak terbatas disana.

Semoga Allah ridha dengan pilihanku ini.

Filed under: Menuju Full TDA, Perjalanan Hidup ,

Rindu Menulis

Ada kerinduan, setelah sekian hari, sekian minggu tidak menulis—ngeblog lagi. Banyak yang hendak diceritakan, hendak ditulis, tapi hampa ketika berhadapan dengan komputer. Kalau dulu alasannya tidak punya personal komputer, hanya mengandalkan komputer yang ada di kantor. Tapi yang namanya alasan, setelah punya notebook sendiri, malah masih jarang menulis.

Butuh kemauan yang kuat untuk tetap konsisten menulis. Saya saya salut dengan Pak Roni yang bisa konsisten menulis setiap hari, atau Pak Budi Raharjo yang dalam satu hari bisa sekian postingan. Tentu saja, sekelas mereka adalah orang-orang yang sibuk, tapi masih bisa menyempatkan mengetikkan tangan di keyboard komputer, dan mencerahkan dunia.

InsyaAllah, ke depan saya akan produktif lagi menulis. Apalagi tidak beberapa lama lagi, tinggal menghitung hari saya akan punya waktu bebas mengatur diri. Permohonan resign saya dari kantor sudah disetujui. Per tanggal 15 Maret 2008 yang lalu saya resmi mengajukan diri keluar kantor. Sesuai peraturan kantor saya, permohonan resign harus diajukan per 1 bulan sebelum keluar. Nah, perjalanan resign ini ingin saya sharing, paling tidak akan menjadi histori, rekaman jejak langkah saya dalam mencapai cita-cita. Postingan pertama saya menuju full TDA yang saya tulis sebelumnya ingin saya sambung-lanjutkan kembali.

Alhandulillah, tidak lama lagi saya akan menjadi manusia bebas. Punya kebebasan waktu, dan insyaAllah berharap bebas keuangan pula… :)

Filed under: Menuju Full TDA

Menuju Full TDA Bag. 1: Isteriku Bertanya: Kak, Kapan Full TDA?

tangan_di_atasSenin lagi? Ya, Senin menjadi momok yang tidak menyenangkan buat kami. Dan pada Senin pagi, aku menemukan kecemberutan pada wajah isteriku. Setelah melewati Sabtu dan Minggu bersama, apakah sekedar untuk jalan-jalan, menjalani bisnis atau apapun, yang jelas hari libur adalah hari untuk selalu berdua. Maka, ketika Senin menjelang adalah hari-hari perpisahan dan penantian seharian buat dia—isteriku. Dan itu berlangsung dari Senin sampai Jumat.

Maka, ketika Sabtu menjelang, ataupun hari libur nasional lainnya adalah hari yang menyenangkan. Dan ketika pihak kantor memintaku untuk lembur ataupun menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai, maka itu adalah hari yang menyedihakan buat dia. Sebab, “Ini ‘kan hari Efa”, demikian protes isteriku. Maka, bersusah payahlah aku memberi pengertian kepada dirinya. Yaa… ‘gimana lagi, yang namanya TDB, mesti ikut aturan ataupun permintaan perusahaan.

Kalau pun ada tugas ke daerah, sendu kulihat pada matanya. Sedang ditinggal pada hari-hari biasa saja begitu berat buat dirinya, apalagi ditinggal pergi selama beberapa hari. Kasihan dia. Kami jauh dari keluarga, mengarungi hidup berdua saja. Isteriku telah memutuskan mengabdi sepenuhnya buat suami, dia memutuskan keluar kerja. Lulusan IPB yang bekerja dari rumah saja. Sehari-hari kebanyakan dialah yang mengeksekusi bisnis kami. Sehari-sehari di rumah saja, kalau ada keperluan bisnis atau yang penting lainnya maka cuma itu saat-saat dia meninggalkan rumah. Tentu saja, kehadiran teman, apalagi suami diperlukannya .

I hate Sunday!

Lalu, ketika Senin menjelang maka hari-hari kesendirian dan penantian pun dimulai buat isteriku. Selesai sarapan, berkemas dan mulai membuka pintu menyongsong hari-hari sebagai karyawan. Saat selesai cium tangan dan cium pipi, sesaat sebelum kaki kanan dilangkahkan meninggalkan rumah, isteriku bertanya, “Kak, kapan full TDA?”

Glek! Tercekat tenggorokanku. Itu pertanyaan bagai sembilu meremas hatiku.

“Tenang aja, ‘Yang. Bulan depan kita akan selalu bersama terus”, cuma itu yang bisa kujawab.

“Bulan depan ‘mulu”, dia dengan senyum penuh arti yang dalam dan harap.

Dengan langkah sedih, ku melangkah menyeret kegundahan, menyongsong hari-hari bekerja sebagai karyawan. Istilah lain dari teman-teman adalah TDB, walau tidak sepenuhnya sebab ada juga bisnis yang kami jalankan berdua.

Kapan full TDA? Itulah pertanyaan yang mengusikku.

Filed under: Life, Menuju Full TDA ,

Alhamdulillah, bourgoutti Menuju Timur-Tengah

bourgoutti_swimsuitAlhamdulillah, produk baju renang muslimah kami “bourgoutti” akhirnya menembus Timur-Tengah. Pesanan 20 potong baju renang, walau bagi sebagian orang dianggap kecil tapi bagi kami adalah anugerah besar dari Allah SWT.

Maka, Sabtu (08/03) kemarin saya dan isteri memanggul satu kantung plastik besar paket bajurenang. Jadi deh, seperti tukang panggul mengantarkan paket ini ke daerah Jakarta Utara untuk menitipkan barang ini ke rumah kenalan yang memesan baju ini.

Pesanan ini sebenarnya tidak datang tiba-tiba saja. Beberapa waktu yang lalu, sang pemesan ini telah membeli 1 sample barang baju renang bourgoutti. Ternyata, beliau malah membeli produk lain. Ya sudah, namanya rezeki ‘nggak akan kemana.

Namun, 20 Pebruari kemarin sebuah email masuk di inbox saya:

“Brother Syam, … Remember me? ….”, dan seterusnya. Ya, sudah pasti saya masih ingat dengan dia. Lalu saling berbalas email, chating, sms akhir beliau memesan baju renang bourgoutti.

Setelah sebelumnya mencoba memesan beberapa merek baju renang lainnya, ternyata beliau memutuskan bourgoutti sebagai pilihan akhir. Menurut pengakuan beliau, kenapa beliau lebih memilih bourgoutti, karena unggul dalam bahan/material pakaian, model dan jahitan. Inilah kelebihan bourgouti, katanya.

Ini adalah pesanan awal. InsyaAllah beliau akan melanjutkan lagi dengan pesanan baru. Alhamdulillah, insyaAllah akan berlanjut dengan pesanan 300 potong bourgoutti lagi. Saat ini kami tengah mencari bahan baju renang, yang ternyata sedang langka saat ini.

Mohon doa dan semangat dari teman-teman, semoga pesanan selanjutnya bisa direalisasikan segera.

Filed under: Bisnis, Menuju Full TDA, Syukur

Alhamdulillah, Tercapai Hasrat Kami

MyGadgetAlhamdulillah, terpenuhi juga keinginanku untuk memiliki laptop sendiri. Sudah dua minggu ini Acer 4920 menemani keluarga kami kami. Sudah lama hasrat ini saya curahkan, ingin memiliki laptop sendiri, dimana dengan alat ini banyak hal yang ingin saya lakukan. Ingin menulis, mengerjakan beberapa pekerjaan, menyusun dan menjalankan bisnis dan sebagainya.

Bulan Januari kemarin, kami–saya dan isteri– menuliskan hasrat ini di papan tulis kamar kami. Bulan Pebruari 2008 kami ingin memiliki laptop dan kamera digital. Kedua alat ini begitu sangat kami inginkan, untuk menunjang bisnis online kami eFashion Store, sebuah toko online kami. Sudah beberapa waktu kami kesulitan untuk mengupdate website ini.

Untuk meng-update dan menjalankan proses bisnis website, saya hanya mengandalkan komputer kantor, sedangkan untuk mengambil gambar-gambar produk terbaru kami sering meminjam kamera teman. Masih modal pinjaman. Sehingga terkadang produk kami sering terlambat di-update. Belum untuk menangani proses bisnis online ini kami sering keteter karena terlalu mengandalkan pada diri saya. Melayani pertanyaan, chating dan menjawab email. Terkadang disambil dengan pekerjaan kantor. Ketika deal dengan calon pembeli, barulah sang isteri yang mengeksekusi pengirimannya. Apalagi kalau banyak pekerjaan di kantor, terkadang keteteran saya menanganinya.

Ingin punya komputer dan kamera sendiri. Sehingga bisnis kami bisa ditangani secara profesional. Dengan adanya laptop sendiri, maka kami bisa menangani transaksi bisnis kami lebih baik.

Alhamdulillah, LOA (law of attraction)—ask, believe, and receive kami dikabulkan oleh Allah SWT. Setelah beberapa kali hunting ke Ratu Plaza dan Mangga Dua, terkabul juga keinginan kami. Per 9 Pebruari 2008, laptop cantik hadir di keluarga kami. Dengan spesifikasi prosesor teknologi Intel Centrino inside ( Core 2 Duo T5550), 14.1 WXGA Acer CrystalBrite LCD, memory upgrade to 1GHz, hardisk 160GHz, wireless, dengan laptop ini kami berharap bisa mengakselarasi bisnis kami.

Lalu kamera digitial semi profesional Kodak Z710, dengan 7 MP, membuat kami bahagia tidak lagi meminjam kamera untuk mengambil gambar-gambar terbaru produk.

Alhamdulillah, eFashion Store sudah dapat aku update dengan tampilan terbaru. Lebih cerah dan menarik dari tampilan sebelumnya. Sudah selayaknya bersyukur, hasrat kami dijawab oleh Allah SWT. Berharap dengan kedua alat ini, kami bisa menangani bisnis kami lebih baik dalam rangkat menjemput rezeki. Selain untuk bisnis, hobi menulisku pun tersalurkan dengan kehadiran kedua alat tersebut. Tulisan ini pun ditulis melalui laptop kesayanganku. Semoga kami lebih produktif, dan tulisan-tulisan pun lahir dan bisa di-publish, berbagi untuk dunia!

Filed under: Life, Menuju Full TDA

Sharing: Memulai Bisnis

met malem mas, met kenal yach.. oh yach, omong2 sudah lama ikut milis ini yach? klo boleh tahu kira2 pnya bisnis yg bisa d jalankan d rumah gak?klo ada boleh donk info & tips2 nya…”
salam
Agoes

Salam kenal juga Mas Agus. Saya sekitar (kurang) 1 tahun bergabung di milis ini. Saat ini bisnis saya garment. Saya menjual jaket, kaos, celana, pernik2 anak2 dan grosir peci/songkok muslim. Selain itu kami juga menjual pakaian/aksesoris sulam pita. Saat ini saya blm full TDA tapi masih amfibi. Saya bekerja di bidang IT.

Mas Agus apa nih aktifitasnya? Kerja atau bisnis juga..?

Ya, memang memulai bisnis itu awalnya susah bagi yang masih terbelenggu dengan mental (mental blocking). Seperti saya yang susah benar untuk memulai. Banyak rasa malu, bimbang dll. Tapi jika hidup ingin berubah, maka kita mesti berusaha (bisnis). Kata baginda rasulullah Muhammad: 9 dari 10 rezeki itu ada pada orang yg mau berusaha. Hanya 1 saja yang dibagi utk orang2 yang bekerja, buruh, pegawai dll. Bayangkan, jika ingin mendapatkan kelimpahan rezeki/kaya, ya, kita mestilah berusaha.

Lain waktu kita sambung lagi ya. Terimakasih.

Salam FUUUNtastic!

Syam
Blog: http://hensyam.wordpress.com
Bisnis:
- http://efashion.wordpress.com
- http://pecimuslim.blogspot.com

…………………………………….

Halo Mas Syam..thnk’s ya atas nasehatnya dan itu membuatku tergugah utk bs memanfaatkan waktu.hny saja saat ini sy lagi bingung ingin mencari usaha sampingan tp yach kendala klasik…dmn aku tdk mempnyai dana utk itu!skrngpun aku jg sbnrnya sdh bosan jd karywan yg saban tiap waktu hrs mencari kerjaan bila masa kontrk habis,pusing ya Mas…oh yach sy kerja sbg satpam kantor,mengingat istri di rmh apapun kerja-nya hrs kulakukan demi istri d rumah..Mas mohon info & advise nya ya..
Senang bisa kenal Mas Syam….
Agus

Memang persoalan dana adalah salah satu persoalan klasik yang menjadi penghambat kita untuk memulai bisnis. Tapi kalau kita jeli melihat peluang banyak hal yang bisa kita perbuat. Bisa dari hobi, keahlian, dan jaringan pertemanan.

Misal kalau Mas Agus kerja di kantor, ada beberapa peluang yang bisa kita bawa kesana. Misal, kalau isteri suka memasak. Kita bisa tawarkan ke para karyawan atau teman-teman di kantor sarapan pagi, makan siang atau cemilan. Biasanya terkadang para karyawan malas sarapan, atau makan di luar. Kita bisa tawarkan kue-kue, gorengan atau nasi dari kita. Atau kita bisa jual madu, minuman dll.
Atau bisa juga ditawarkan aneka pakaian, aksesoris, sprei atau selimut ke teman-teman kantor. Yang penting urat malu kita mesti diputusin dulu…..:) Saya aja sampai sekarang masih ada dikit-dikit, tapi perlahan urat ini mestilah dibabat habis. Wong kita cari duit halal kok. Kan kita gak korupsi, ya gak…?

Dengan banyaknya kenalan, kita bisa dapatkan berbagai barang dengan sistem konsinyasi atau beli putus. Kalau ada sedikit dana, mas Agus bisa main ke Tanah Abang. Disana tersedia berbagai pakaian berkualitas yang murah. Beli disana lalu kita tawarkan ke kantor. Lumayan margin yang bisa kita dapatkan. Kalau Mas Agus belum tahu rimba belantara Tanah Abang, dengan senang hati beberapa teman-teman kita TDA akan membantu mencarikannya disana. Atau sekarang yang lagi nge-trend selimutnya Pak Hadi, dengan harga murah bisa dijual dengan harga mahal. Coba aja hubungin beliau.

Kalau mau baju, jaket, celana army, baju renang muslimah, kerudung/jilbab, peci muslim bisa hubungi saya…:)

Semoga Mas Agus sukses untuk memulai usahanya.

Salam FUUUNtastic!
Syam
Blog: http://hensyam.wordpress.com
Bisnis:
- http://efashion.wordpress.com
- http://pecimuslim.blogspot.com

Filed under: Inspirasi-Motivasi, Menuju Full TDA

Light The World!

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pangulu_Kayo Selamat datang di blog pribadi saya. Panggil saja saya Syam. Hanyalah manusia biasa yang ingin menjadi LUAR BIASA. Semua orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Mari saling berbagi.
Lebih lengkap Tentang Saya
Wassalam,
Helsusandra Syam (hensyam2000@yahoo.com)