Light the World!

Cerahkan Dunia. Mari Saling Berbagi

We Will Not Go Down (Song for Gaza)

Silahkan klik tanda “Play” pada tampilan youtube di bawah untuk mendengarkan lagu. Untuk mendownload lagu, silahkan menuju link ini: http://www.michaelheart.com/Song_for_Gaza.html

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)

(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Filed under: Dunia, Islam, Life, Religi, Sisi Lain

Sang Elang

Mengalirlah sang waktu,

pada malam yang penuh rahasia, adalah milik mereka yang terjaga. Apa arti diri, bila tak paham akan makna?

Perjalanan telah ditempuh, tak ada kata pulang. Bukan perantauan lagi namanya, jika diputuskan tak akan lagi kembali. Kapal telah dibakar, majulah terus, tak mungkin lagi kembali.

Sang Elang telah sadar diri, tak ingin terkurung lagi dalam kandang si ayam. Terbang, gapailah sejauh cakrawala. Jika harus membubung, membubunglah setinggi-tingginya. Dan jika harus menukik, menukiklah setajam-tajamnya. Terkam mangsa di lautan, terkam di padang yang luas.

Tak usahlah takut pada badai. Elang sayapmu akan semakin kekar ketika berani menghadang angin. Sedang pipit, menyuruk ia di rimbunan pohon ketika mengahadapinya.

Elang terlahir untuk mengarungi cakrawala, menempuh lautan. Menjelajahi bumi yang luas, langit yang tak terbatas.

Filed under: Inspirasi-Motivasi, Life, Perjalanan Hidup, Sastra, Solilokui

Menuju Full TDA Bag. 1: Isteriku Bertanya: Kak, Kapan Full TDA?

tangan_di_atasSenin lagi? Ya, Senin menjadi momok yang tidak menyenangkan buat kami. Dan pada Senin pagi, aku menemukan kecemberutan pada wajah isteriku. Setelah melewati Sabtu dan Minggu bersama, apakah sekedar untuk jalan-jalan, menjalani bisnis atau apapun, yang jelas hari libur adalah hari untuk selalu berdua. Maka, ketika Senin menjelang adalah hari-hari perpisahan dan penantian seharian buat dia—isteriku. Dan itu berlangsung dari Senin sampai Jumat.

Maka, ketika Sabtu menjelang, ataupun hari libur nasional lainnya adalah hari yang menyenangkan. Dan ketika pihak kantor memintaku untuk lembur ataupun menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai, maka itu adalah hari yang menyedihakan buat dia. Sebab, “Ini ‘kan hari Efa”, demikian protes isteriku. Maka, bersusah payahlah aku memberi pengertian kepada dirinya. Yaa… ‘gimana lagi, yang namanya TDB, mesti ikut aturan ataupun permintaan perusahaan.

Kalau pun ada tugas ke daerah, sendu kulihat pada matanya. Sedang ditinggal pada hari-hari biasa saja begitu berat buat dirinya, apalagi ditinggal pergi selama beberapa hari. Kasihan dia. Kami jauh dari keluarga, mengarungi hidup berdua saja. Isteriku telah memutuskan mengabdi sepenuhnya buat suami, dia memutuskan keluar kerja. Lulusan IPB yang bekerja dari rumah saja. Sehari-hari kebanyakan dialah yang mengeksekusi bisnis kami. Sehari-sehari di rumah saja, kalau ada keperluan bisnis atau yang penting lainnya maka cuma itu saat-saat dia meninggalkan rumah. Tentu saja, kehadiran teman, apalagi suami diperlukannya .

I hate Sunday!

Lalu, ketika Senin menjelang maka hari-hari kesendirian dan penantian pun dimulai buat isteriku. Selesai sarapan, berkemas dan mulai membuka pintu menyongsong hari-hari sebagai karyawan. Saat selesai cium tangan dan cium pipi, sesaat sebelum kaki kanan dilangkahkan meninggalkan rumah, isteriku bertanya, “Kak, kapan full TDA?”

Glek! Tercekat tenggorokanku. Itu pertanyaan bagai sembilu meremas hatiku.

“Tenang aja, ‘Yang. Bulan depan kita akan selalu bersama terus”, cuma itu yang bisa kujawab.

“Bulan depan ‘mulu”, dia dengan senyum penuh arti yang dalam dan harap.

Dengan langkah sedih, ku melangkah menyeret kegundahan, menyongsong hari-hari bekerja sebagai karyawan. Istilah lain dari teman-teman adalah TDB, walau tidak sepenuhnya sebab ada juga bisnis yang kami jalankan berdua.

Kapan full TDA? Itulah pertanyaan yang mengusikku.

Filed under: Life, Menuju Full TDA ,

Alhamdulillah, Tercapai Hasrat Kami

MyGadgetAlhamdulillah, terpenuhi juga keinginanku untuk memiliki laptop sendiri. Sudah dua minggu ini Acer 4920 menemani keluarga kami kami. Sudah lama hasrat ini saya curahkan, ingin memiliki laptop sendiri, dimana dengan alat ini banyak hal yang ingin saya lakukan. Ingin menulis, mengerjakan beberapa pekerjaan, menyusun dan menjalankan bisnis dan sebagainya.

Bulan Januari kemarin, kami–saya dan isteri– menuliskan hasrat ini di papan tulis kamar kami. Bulan Pebruari 2008 kami ingin memiliki laptop dan kamera digital. Kedua alat ini begitu sangat kami inginkan, untuk menunjang bisnis online kami eFashion Store, sebuah toko online kami. Sudah beberapa waktu kami kesulitan untuk mengupdate website ini.

Untuk meng-update dan menjalankan proses bisnis website, saya hanya mengandalkan komputer kantor, sedangkan untuk mengambil gambar-gambar produk terbaru kami sering meminjam kamera teman. Masih modal pinjaman. Sehingga terkadang produk kami sering terlambat di-update. Belum untuk menangani proses bisnis online ini kami sering keteter karena terlalu mengandalkan pada diri saya. Melayani pertanyaan, chating dan menjawab email. Terkadang disambil dengan pekerjaan kantor. Ketika deal dengan calon pembeli, barulah sang isteri yang mengeksekusi pengirimannya. Apalagi kalau banyak pekerjaan di kantor, terkadang keteteran saya menanganinya.

Ingin punya komputer dan kamera sendiri. Sehingga bisnis kami bisa ditangani secara profesional. Dengan adanya laptop sendiri, maka kami bisa menangani transaksi bisnis kami lebih baik.

Alhamdulillah, LOA (law of attraction)—ask, believe, and receive kami dikabulkan oleh Allah SWT. Setelah beberapa kali hunting ke Ratu Plaza dan Mangga Dua, terkabul juga keinginan kami. Per 9 Pebruari 2008, laptop cantik hadir di keluarga kami. Dengan spesifikasi prosesor teknologi Intel Centrino inside ( Core 2 Duo T5550), 14.1 WXGA Acer CrystalBrite LCD, memory upgrade to 1GHz, hardisk 160GHz, wireless, dengan laptop ini kami berharap bisa mengakselarasi bisnis kami.

Lalu kamera digitial semi profesional Kodak Z710, dengan 7 MP, membuat kami bahagia tidak lagi meminjam kamera untuk mengambil gambar-gambar terbaru produk.

Alhamdulillah, eFashion Store sudah dapat aku update dengan tampilan terbaru. Lebih cerah dan menarik dari tampilan sebelumnya. Sudah selayaknya bersyukur, hasrat kami dijawab oleh Allah SWT. Berharap dengan kedua alat ini, kami bisa menangani bisnis kami lebih baik dalam rangkat menjemput rezeki. Selain untuk bisnis, hobi menulisku pun tersalurkan dengan kehadiran kedua alat tersebut. Tulisan ini pun ditulis melalui laptop kesayanganku. Semoga kami lebih produktif, dan tulisan-tulisan pun lahir dan bisa di-publish, berbagi untuk dunia!

Filed under: Life, Menuju Full TDA

Reuni Aktivis ‘98

Semalam saya bertemu dengan kawan-kawan lama seperjuangan. Kawan-kawan yang saya temui ini bukanlah orang-orang sembarangan. Mereka ada pada top level pada masing-masing kampusnya dahulu. Para mantan Ketua Senat Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ). Orang-orang yang dahulu memaksa Harmoko dan pimpinan DPR/MPR untuk menyatakan meminta Soeharto mundur dari jabatanya. Bayangkan, ketika tidak ada satu pun yang berani meminta mundur waktu itu, kami telah memaksa DPR/MPR untuk meminta Soeharto mundur, karena bagaimanapun DPR/MPR adalah representasi dari rakyat.

Kalau bicara era ‘98, dan kalau mengikuti era ini, siapa sih yang tidak kenal dengan FKSMJ? Gerakan fenomenal yang menduduki gedung DPR/MPR pertama kali, selanjutnya baru setelah itu masuklah komponen-komponen lain sehingga gedung ini tumpah-ruah dan berujung pada lengsernya Soeharto. Ada sekitar 73 orang pimpinan Senat Mahasiswa se-Jakarta memasuki gedung DPR/MPR dengan mendompleng rombongan para dosen IKIP Jakarta. Saat itu gedung ini telah dikelilingi oleh para tentara yang bersenjata lengkap dan tidak bisa sembarang orang masuk ke sana. Suasana waktu itu sangat menegangkan, setelah peristiwa Trisakti kerusuhan melanda di mana-mana.

10 tahun tidak berkumpul dan bertemu lagi, sepertinya ada yang lain pada malam ini. Suasana kerinduan, emosi dan semangat kawan-kawan ini masih sama. Setelah Soeharto tumbang, orang-orang ini kembali ke kampus, meneruskan hidup yang tertunda. Selesai kuliah, menjalankan peran masing-masing. Ada yang terlibat pada jalan politik, ada yang masuk ke dunia kerja, dunia bisnis, mengajar dan sebagainya.

10 tahun tidak bertemu, tapi rupanya ada kesamaaan dan keresahan yang mengumpulkan kami pada malam tadi. Keresahan melihat persoalan bangsa yang masih saja menderita, para elite yang lupa pada rakyatnya. Sebaik apapun posisi kami sekarang ini, tapi kami masih gundah melihat nasib negeri kami. Korupsi yang merajalela, dan sebagainya. Maka, berawal dari kegundahan ini berkumpullah kami malam ini.

Salah seorang dari kami mengeluarkan arsip-arsip lama. Beliau dahulunya bertugas sebagai Sekretaris FKSMJ. Masih lengkap, kami terpana melihat catatan-catatan lama yang disimpan rapi. Absen rapat-rapat marathon dahulu, berpindah dari satu kampus ke kampus lain. Arsip berita, pernyataan sikap (statement) dari awal sampai akhir, masih ada. “Arsip ini masih tersimpan rapi di kamar saya”, katanya. “Saya tidak akan mengeluarkan dari kamar sampai ada perintah dari kawan-kawan”, demikian disampaikannya.

Ada pernyataan sikap meminta Soeharto mundur, sampai merancang pertemuan Ciganjur yang mempertemukan para tokoh-tokoh yang akhirnya mengeluarkan Deklarasi Ciganjur. Semua masih rapi. Ada niat di antara kawan-kawan untuk mengumpulkan arsip-arsip dan foto-foto yang berhubungan dengan kami. Rencanaya akan membuat buku agar mengimbangi sejarah yang ada serta menyingkap yang tertutup.

Malam semakin larut, persoalan kekinian pun harus dipikirkan. Beda dengan dahulu, ketika masih lajang kami bisa rapat sampai pagi. Saat ini masing-masing kami hamper semua sudah berkeluarga dan mesti pulang. Ada kawan yang telah ditunggui isteri dan anaknya di rumah, dan ada pula yang ditunggui isterinya yang tengah hamil tua.

Masih ada waktu lain, kami pun sepakat untuk bertemu kembali dan membicarakan agenda yang tertunda.


 

Filed under: Life, Organisasi/Komunitas

Guru dan Buku, Jendela Duniaku

Guru, dan Buku. Dua hal yang banyak berperan dan membentuk hidupku. Guru dan buku menuntun langkahku mengenal dunia. Puaskan hasrat, puaskan hausku akan keingintahuan. Lewat guru dan buku, terbukalah dunia bagiku. Buka cakrawalaku, terbangkan imaji ke negeri-negeri jauh.

Aku berlari menelusuri padang luas ilmu pengetahuan. Mengunjungi negeri-negeri masa lalu, menjumpai ahli-ahli pikir. Berdialog dengan filsuf, ahli agama, dan penemu sains. Berlabuh di tepian sungai Nil, bermain di taman Athena, Babylonia, Macedonia. Dan ketika inspirasi datang dari mereka, maka dengan alat sederhana aku praktek hasil penemuan mereka. Karena tak ada yang mendampingi, menuntunku, maka selesai begitu saja tak maju praktikku.

Lalu ketika sayapku sanggup terbangkan diri, maka kujelajahi rimba belantara, menyusup ke puncak gunung, membawa semangat dan cita-citaku terbang setinggi-tingginya. Lalu, dimana saja ada samudera, kudatangi dan kuarungi lautnya. Berkunjung ke berbagai benua, mengunjungi negeri-negeri asing. Berkenalan dengan berbagai budaya. Dunia terasa indah dalam masa kecilku.

Filed under: Life

Knowledge untuk Semua

ksl1

Beberapa waktu lalu (7-9/12/2007) saya diundang oleh yunior saya dari Universitas Budi Luhur. Mereka adalah dari Kelompok Studi Linux – Budi Luhur (KSL-BL). Bertempat di daerah Puncak, Bogor Jawa Barat mereka mengadakan pelatihan: Latihan Dasar Penguin (LDP). Sebuah ajang penggodokan buat calon anggota baru KSL-BL. Saya diminta mengisi materi tentang Kepemimpinan.

Saya dekat dan punya concern, komitmen dengan teman-teman dari KSL ini. Secara langsung dan tidak langsung, saya ikut dalam membidani kelahiran kelompok ini. Semasa saya menjadi Presiden Mahasiswa di STMIK Budi Luhur, saya dan teman-teman—iantaranya Iyo—punya kepedulian kepada knowledge sharing. Kami menyadari, bahwa knowledge tidaklah boleh dimonopoli oleh seseorang atau kelompok. Ia harus dibagi dan bersifat bebas (freedom). Kami tidak menyukai kemapanan.

Dari diskusi-diskusi seru kami di kampus, kemudian Iyo, Buyung (anggota saya di Badan Eksekutif Mahasiswa), dan beberapa teman lain mulai menyusun konsep dan membentuk komunitas saling berbagi, dinamakan Kelompok Studi Linux – Budi Luhur (KSL-BL). Akhirnya lahirlah organisasi ini.

ldp1Sampai beberapa periode, saya masih in touch dengan mereka. ‘gimana nggak in touch? Lha, base camp mereka saja bersebelahan dengan kontrakan saya. Saya semasa kuliah memang suka berkomunitas dan berkumpul. Saya berkumpul dengan yunior-yunior saya yang mengatasnamakan ABT (Anak Bawah Tangga). Kami mengontrak rumah di samping kampus. Kontrakan kami ini terdiri dari 3 petak. Petak yang kedua, diisi oleh Andy dan Fandy, yunior saya juga di UBL. Petak yang ketiga diisi oleh teman-teman KSL. Jadilah 3 rumah petak ini seperti kampung kecil kami. Hidup berjalan 24 jam. Selalu ramai.

ldp2Dari kontrakan inilah kami menempa ide-ide dan kaderisasi. Ada Rebek yang membantu ideologisasi yunior-yunior ini. Senior-senior yang lain bergantian dating menempa adik-adik ini. Jadilah orang-orang ini sebagai manusia-manusia yang sangat radikal dalam memahami ide yang mereka usung.

Kami anti kemapanan. Dalam arti kemapanan yang menindas dan anti sosial. Knowledge adalah anugerah Tuhan, tak seorang pun boleh memonopolinya. Knowledge harus bersifat bebas, dan harus dibagi. Untuk konteks KSL-BL, kekhususan yang diusung adalah yang berhubungan dengan IT (Information Technology) dan IS (Information System) karena latar belakang mereka adalah mahasiswa IT.

Prinsip yang mereka usung adalah free software . “Free” yang berarti freedom, bukan free yang bukan diartikan sempit “gratis”. 3 prinsip freedom yang diusung adalah:

1. Bebas untuk menggunakan

2. Bebas untuk dikembangkan

3. Bebas untuk disebarluaskan

 

ldp3 ldp5 ldp6

iyoKeterangan Foto:

Atas: Penggemblengan dan pengujian materi

Samping: Indrio “Iyo”, dedengkotnya KSL-BL. Bawa keluarga. Kasian tuh anaknya harus nemenin ayahnya begadang sampe malam.

Saya dan Iyo sempat juga berjuang sebentar dalam idealisme organisasi Knowledge Sharing Group (KSG-BL). KSG-BL malah sempat mengundang Richard Stallman, Founder of GNU Project and Free Software Foundation datang ke Indonesia. Sampai akhirnya organisasi ini hilang begitu saja setelah dikelola oleh kampus.

Filed under: Life, Organisasi/Komunitas, Teknologi

Light The World!

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pangulu_Kayo Selamat datang di blog pribadi saya. Panggil saja saya Syam. Hanyalah manusia biasa yang ingin menjadi LUAR BIASA. Semua orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Mari saling berbagi.
Lebih lengkap Tentang Saya
Wassalam,
Helsusandra Syam (hensyam2000@yahoo.com)